Kamis, 21 Desember 2023

Mengukur Pemahaman Nilai-Nilai integritas Siswa Melalui Wawancara Interaktif di SMPN 1 Sumedang


Dokumentasi HUmas SMP Negeri 1 Sumedang

Sumedang - Pada hari Rabu, 22 November 2023, di SMP Negeri 1 Sumedang, diadakan kegiatan pengukuran pemahaman nilai-nilai integritas siswa melalui wawancara interaktif. Acara ini dipandu oleh Koordinator PAK Inspektorat Daerah Kabupaten Sumedang, Ato Yulianto, M. Eng., serta Yoga dan Upi.


                                                                                     Dokumentasi HUmas SMP Negeri 1 Sumedang

Peserta yang menghadiri kegiatan ini melibatkan perwakilan guru dan peserta didik dari SMP Negeri 1 Sumedang, SMP Negeri 2 Sumedang, dan SMP Negeri 5 Sumedang. Kegiatan dilaksanakan di ruangan kelas VII-B dan VII-C. Adapun kriteria peserta terbagi menjadi dua kelompok:

A.Guru yang termasuk Agen Perubahan dengan kriteria:

1.Pegawai Negeri Sipil/Aparatur Sipil Negara (PNS/ASN).

2.Memiliki idealisme untuk berintegritas (jujur).

3.Memiliki inovasi/rencana inovasi.

4.Tidak pernah mendapat sanksi disiplin baik lisan maupun tertulis.

5.Dekat dengan siswa.

6.Aktif dalam kegiatan sekolah.

B.Siswa dengan kriteria:

1.Kelas 7: 2 orang siswa pa/pi terbaik di kelasnya.

2.Kelas 8: 2 orang siswa pa/pi terbaik di kelasnya.

3.Kelas 9: 2 orang siswa pa/pi terbaik di kelasnya.

Kegiatan satu dimulai dengan kegiatan adaptasi situasi pada pukul 08.00-08.30, diisi dengan kegiatan saling mengenal satu sama lain dan ice breaking untuk menciptakan suasana yang akrab. Selanjutnya, dilanjutkan dengan materi tentang semangat integritas, termasuk pengenalan 9 nilai anti korupsi. Setelah itu, dilakukan istirahat pada pukul 09.30-09.45 di dalam kelas.

Pada pukul 09.45-10.45, dilakukan wawancara interaktif secara berkelompok dan kegiatan mengendapkan atau refleksi untuk peserta didik kelas 7, 8, dan 9.

Kegiatan dua, untuk Duta Si ACI, dimulai dengan kegiatan adaptasi situasi pada pukul 08.00-08.30. Ini juga diisi dengan kegiatan saling mengenal satu sama lain dan ice breaking untuk menciptakan suasana yang akrab. Sesi berikutnya melibatkan materi tentang semangat integritas dan pengenalan 9 nilai anti korupsi. Break dilakukan di dalam kelas pada pukul 09.45-10.45, diikuti oleh wawancara interaktif dan kegiatan mengendapkan atau refleksi.

Kegiatan terakhir, khusus untuk guru, dimulai pada pukul 12.30-13.00 dengan kegiatan adaptasi situasi yang melibatkan saling mengenal satu sama lain dan ice breaking. Ini dilanjutkan dengan materi tentang semangat integritas, diskusi, dan akhirnya kegiatan mengendapkan atau refleksi.


Kamis, 14 Desember 2023

Rapat Konsolidasi Pencegahan Perundungan Pelajar di Wilayah Kecamatan Sumedang Selatan

 

Rapat Konsolidasi Pencegahan Perundungan Pelajar di Wilayah Kecamatan Sumedang Selatan

 

Dokumentasi Humas SMP Negeri 1 Sumedang

Pada hari kamis 14 Desember 2023 bertempat di Aula Kecamatan Sumedang Selatan, diadakan rapat konsolidasi pencegahan perundungan pelajar di wilayah kecamatan Sumedang Selatan. Pada kesempatan ini SMPN 1 Sumedang turut hadir dalam kegiatan tersebut. Kegiatan ini bertujuan untuk mencegah berbagai tindakan perundungan yang mungkin terjadi di kalangan pelajar.

Acara ini dipandu oleh Sekretatis Kecamatan Sumedang Selatan H. Kiki Hakiki, S.Ag.,M.M dan  di buka oleh Camat Sumedang Selatan Dra. Marlina M.Si. hadir pula berbagai unsur pimpinan di wilayah kecamatan Sumedang selatan meliputi Kapolsek Sumedang Selatan Kompol Darli, S.Sos, Kemudian Pelda Jaelani Babinsa Desa Sukajaya, H. Cucu Samsu, S.Pdi.,M.Pdi Ketua PGRI Sumedang Selatan dan seluruh Kepala Sekolah di wilayah Kecamatan Sumedang Selatan.

Dokumentasi Humas SMP Negeri 1 Sumedang

Dalam pertemuan ini dibahas bagaimana cara pencegahan dan penangan  perundungan.  Perundungan di sekolah adalah masalah yang sering dihadapi oleh banyak siswa. Ini adalah tindakan yang merusak dan dapat memiliki dampak jangka panjang pada korban. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya menghentikan Perundungan di sekolah dan bagaimana kita semua dapat berkontribusi untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan mendukung.

Perundungan di sekolah dapat berbentuk fisik, verbal, atau psikologis. Ini bisa berupa ejekan, ancaman, pengejekan, atau bahkan pengecualian sosial. Penting untuk mengenali tanda-tanda Perundungan dan mengambil tindakan segera.

Perundungan dapat menyebabkan berbagai masalah emosional dan psikologis, termasuk stres, kecemasan, depresi, dan rendah diri. Dalam beberapa kasus, dampaknya bisa berlangsung hingga dewasa.

Ada banyak cara untuk menghentikan Perundungan di sekolah. Ini termasuk berbicara dengan orang yang melakukan Perundungan, melaporkan kejadian kepada guru atau kepala sekolah, dan mendukung korban. Selain itu, pendidikan dan pelatihan dapat membantu mencegah Perundungan.

Adapun hasil pertemuan konsolidasi adalah sebagai berikut :

  1.  Bersama-sama mengatisipasi terjadinya perundungan pelajar di wilayah Kecamatan Sumedang Selatan.
  2. Semua Pendidik disekolah agar mengembangkan pendidikan berbasis kasih sayang (Perkasa)
  3. Melaksanakan kegiatan ekstrakurikuler dan kegiatan kreatif lainnya untuk memotivasi dan menginspirasi pelajar anti perundungan.
  4.  Kepala sekolah menyampaikan laporan atas kondusivitas sekolah (bebas perundungan), serta upaya yang telah dilaksanakan kepada Dinas Pendidikan dan tembusan kepada Kecamatan minggu ke 3(tiga) Bulan Desember 2023.

Menghentikan Perundungan di sekolah adalah tanggung jawab kita semua. Dengan meningkatkan kesadaran dan mengambil tindakan, kita dapat membantu menciptakan lingkungan belajar yang aman dan mendukung untuk semua siswa.

“Spensa Sakola Jawara, Sang Juara!”

SMP Negeri 1 Sumedang kembali menunjukkan konsistensinya sebagai sekolah berprestasi. Setiap hari Senin, jargon “Spensa Sakola Jawara, Sang ...

Postingan Populer