Senin, 02 November 2026

SPENSA FLASH : Momentum Plt. Kepala SMPN 1 Sumedang Jatnika Pria Utama, M.Pd. Bangun Sinergi di SMPN 1 Sumedang

 

Dokumentasi Humas SMPN 1 Sumedang

SUMEDANG – Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Sumedang menggelar rapat koordinasi perdana pada Selasa, 2 November 2026. Pertemuan ini dipimpin langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Sekolah SMPN 1 Sumedang yang baru, Jatnika Pria Utama, M.Pd. 

Acara yang berlangsung di lingkungan sekolah ini dihadiri oleh seluruh jajaran guru, tenaga kependidikan, serta staf administrasi. Rapat koordinasi ini difokuskan sebagai momentum perkenalan dan silaturahmi untuk mempererat hubungan kerja di lingkungan sekolah. 


Dokumentasi Humas SMPN 1 Sumedang

Dalam sambutannya, Jatnika Pria Utama menyampaikan rasa syukur  bisa menjadi bagian dari keluarga besar SMPN 1 Sumedang. Beliau menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi yang solid antar semua pihak demi mempertahankan sekaligus meningkatkan mutu pendidikan. 

Lebih lanjut, Plt. Kepala Sekolah mengajak seluruh keluarga besar SMPN 1 Sumedang untuk terus menjaga dan mengobarkan semangat kerja keras. Beliau berharap seluruh elemen sekolah dapat berjalan beriringan untuk membawa SMPN 1 Sumedang menjadi sekolah yang sarat prestasi. 

Pertemuan diakhiri dengan sesi diskusi ringan mengenai program kerja ke depan. Melalui rapat koordinasi ini, diharapkan visi bersama dalam mewujudkan SMPN 1 Sumedang yang berprestasi sebagai Sakola Jawara, Sang Juara, dapat tercapai dengan sukses.

Kamis, 22 Oktober 2026

LARANGAN PEMBERIAN DAN PENERIMAAN BINGKISAN

 


Dalam rangka mewujudkan lingkungan pendidikan yang berintegritas, transparan, dan bebas dari gratifikasi, SMP Negeri 1 Sumedang menetapkan ketentuan sebagai berikut:

1. Larangan Pemberian dan Penerimaan
Dilarang memberikan maupun menerima bingkisan berupa uang, parsel, hampers, barang, voucher, atau hadiah lainnya yang berkaitan dengan pelayanan pendidikan, terutama pada momen pembagian rapor, kenaikan kelas, kelulusan, hari raya, Hari Guru, dan kegiatan sekolah lainnya.

2. Larangan Pengumpulan Dana
Dilarang melakukan pengumpulan dana yang bersifat wajib dari peserta didik atau orang tua/wali untuk membeli bingkisan bagi guru dan tenaga kependidikan.

3. Bentuk Apresiasi
Ucapan terima kasih, kartu ucapan, dan penghargaan sederhana tanpa pemberian bernilai ekonomi dapat menjadi bentuk apresiasi kepada guru dan tenaga kependidikan.

4. Mekanisme Pelaporan Pelanggaran
Peserta didik, orang tua/wali, guru, tenaga kependidikan, dan masyarakat dapat melaporkan dugaan pelanggaran melalui:

  • Kepala SMP Negeri 1 Sumedang atau petugas yang ditunjuk.

  • Saluran pengaduan resmi sekolah.

  • Laporan tertulis yang memuat kronologi kejadian, waktu, pihak terkait, dan bukti pendukung jika tersedia.

Setiap laporan akan ditindaklanjuti secara objektif, proporsional, dan menjaga kerahasiaan identitas pelapor sesuai ketentuan yang berlaku. Pelapor diharapkan menyampaikan informasi yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan.

5. Sosialisasi Berkala


Ketentuan ini akan disosialisasikan secara berkala kepada peserta didik dan orang tua/wali melalui website, media sosial, pertemuan orang tua, serta media komunikasi resmi sekolah.

Mari bersama-sama membangun budaya pendidikan yang jujur, sederhana, profesional, dan berintegritas.

Tidak perlu bingkisan untuk menyampaikan terima kasih. Ketulusan dan rasa hormat adalah apresiasi terbaik.

SMP NEGERI 1 SUMEDANG
Berintegritas dalam Pelayanan, Berkarakter dalam Pendidikan.

Minggu, 11 Oktober 2026

MATERI BAB 5 AKTIVITAS 4 MENGENAL KADAR GGL 9GULA GARAM LEMAK)

 

Dokumentasi Humas SMPN 1 Sumedang

Cerdik Membaca Label Makanan, Siswa SMPN 1 Sumedang Analisis Kadar Gula, Garam, dan Lemak (GGL) Lewat Rumus "G4-G1-L5"
SUMEDANG, Senin (12/10/2026) – Melanjutkan komitmennya dalam membentuk generasi yang sehat dan berwawasan lingkungan, SMPN 1 Sumedang hari ini menggelar kegiatan kokurikuler bertajuk "Mengenal Kadar GGL (Gula, Garam, dan Lemak) Makanan Kemasan". Kegiatan edukatif ini merupakan implementasi nyata dari buku panduan Sekolah Ramah Lingkungan Bab 5 Aktivitas 4 yang diikuti oleh seluruh siswa kelas VII.
Kegiatan yang berlangsung sepanjang Senin pagi, 12 Oktober 2026 ini mengusung metode diskusi dan praktik mandiri selama 6 Jam Pelajaran (JP). Melalui aktivitas ini, para siswa diajak untuk berpikir kritis dalam menganalisis kandungan nutrisi tersembunyi pada makanan dan minuman kemasan yang sering mereka konsumsi sehari-hari demi mencegah penyakit tidak menular seperti diabetes dan obesitas di masa depan.
Dokumentasi Humas SMPN 1 Sumedang

Dalam sesi praktik mandiri, setiap siswa diminta membawa bungkus makanan atau minuman kemasan favorit mereka dari rumah. Menggunakan kalkulator dan alat tulis, siswa secara cermat meneliti tabel Informasi Nilai Gizi (Nutrition Facts) yang tertera di balik kemasan. Siswa belajar menghitung total riil GGL dengan mengalikan kadar zat per sajian dengan jumlah total sajian per kemasan—sebuah detail krusial yang sering kali terabaikan oleh konsumen umum.
Edukasi ini mengacu pada rumus batasan konsumsi harian G4-G1-L5 yang dianjurkan oleh Kementerian Kesehatan:
  • G4 (Gula): Maksimal 4 sendok makan atau 50 gram per hari.
  • G1 (Garam): Maksimal 1 sendok teh atau 5 gram (setara 2.000 mg Natrium/Sodium) per hari.
  • L5 (Lemak): Maksimal 5 sendok makan minyak atau 67 gram per hari.

Para siswa terlihat terkejut saat menghitung selisih jatah harian mereka. Banyak yang baru menyadari bahwa satu botol minuman soda atau satu bungkus mi instan saja sudah bisa menghabiskan hampir 40% hingga seluruh kuota garam atau gula harian mereka.
Setelah melakukan perhitungan, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi kelompok kecil. Perwakilan siswa maju ke depan kelas untuk menceritakan hasil temuan mereka, yang kemudian ditanggapi secara aktif oleh rekan-rekan sekelasnya. Langkah ini mengajarkan siswa untuk saling mengingatkan dalam membatasi camilan tinggi GGL.
Sebagai penutup aktivitas, siswa mengisi lembar refleksi mandiri mengenai pentingnya membaca label makanan sebelum membeli produk kemasan, diikuti dengan penilaian diri (self-assessment) dan penilaian antarteman secara formatif melalui kode QR digital yang disediakan oleh guru.
Melalui kegiatan Aktivitas 4 ini, SMPN 1 Sumedang berhasil menumbuhkan kemandirian dan kesadaran kesehatan pada peserta didik. Diharapkan, para siswa kini bisa menjadi konsumen yang lebih cerdas, tidak hanya demi kesehatan diri mereka sendiri, tetapi juga dalam mengurangi konsumsi sampah plastik dari makanan kemasan di lingkungan sekolah.
KLIK LINK DOKUMENTASI BAB 5 AKTIVITAS 4




SPENSA FLASH : Momentum Plt. Kepala SMPN 1 Sumedang Jatnika Pria Utama, M.Pd. Bangun Sinergi di SMPN 1 Sumedang

  Dokumentasi Humas SMPN 1 Sumedang SUMEDANG – Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Sumedang menggelar rapat koordinasi perdana pada Sel...

Postingan Populer