SUMEDANG – Dalam rangka meningkatkan kompetensi tenaga pendidik dan mutu pembelajaran, SMPN 1 Sumedang sukses melaksanakan kegiatan In House Training (IHT) Kelompok Belajar (Kombel). Acara yang berlangsung pada Kamis, 24 September 2026 ini mengusung tema besar "Pemahaman Layanan Murid dalam Implementasi PM Menuju Pendidikan yang Memuliakan (Visualisasi Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026) Tahun Pelajaran 2026/2027".
Dibuka Resmi oleh Kepala
Sekolah
Kegiatan ini diawali dengan pembukaan resmi oleh Kepala SMPN 1 Sumedang, Gunawan, M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya peran Komunitas Belajar (Kombel) di lingkungan sekolah sebagai wadah kolaborasi aktif bagi para guru guna merespons tantangan belajar murid secara dinamis dan adaptif.
Menghadirkan Dua Pengawas Dinas Pendidikan sebagai Narasumber
Guna memberikan pemahaman yang
mendalam mengenai regulasi terbaru, IHT ini menghadirkan dua narasumber
berkompeten yang merupakan Pengawas Dinas Pendidikan, yaitu:
1. Ade Sugiana, S.Pd., M.Si.
2. Hj. Nivati Telaumbanua, S.Pd., M.Si.
Kedua narasumber secara
bergantian memaparkan substansi dari Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026,
khususnya yang berkaitan dengan visualisasi dan implementasi layanan yang
memuliakan murid di satuan pendidikan.
Pembahasan Materi Pokok:
Esensi Kombel
Dalam sesi materi, para
narasumber mengupas tuntas tiga pilar utama dalam optimalisasi Komunitas
Belajar demi terciptanya transformasi ruang kelas yang berpihak pada murid:
* Ciri KOMBEL yang Baik
Kombel yang sehat di lingkungan
sekolah harus memiliki anggota yang belajar secara sukarela dan terbuka.
Kegiatan di dalamnya wajib dilakukan lewat pertemuan rutin dan terjadwal,
berfokus pada penyelesaian masalah pembelajaran nyata, memiliki refleksi serta
tindak lanjut yang jelas, serta dibangun di atas suasana saling percaya dan
menggembirakan.
* Prinsip Utama KOMBEL
Ada empat prinsip dasar yang
harus dipegang teguh, yaitu Kolaboratif (saling belajar, bukan menggurui),
Reflektif (merenungkan praktik untuk memperbaiki kualitas mengajar), Berpusat
pada Murid (topik bahasan berangkat dari kebutuhan nyata siswa), dan Berkelanjutan
(dilakukan secara rutin, bukan sekadar formalitas sekali jadi).
* Siklus Kegiatan KOMBEL
Aktivitas belajar guru diarahkan
untuk mengikuti 4 tahapan siklus logis:
1. Identifikasi: Menemukan
tantangan pembelajaran di kelas.
2. Rencanakan: Merancang solusi bersama rekan sejawat.
3. Praktikkan: Mencoba hasil rancangan di kelas dan saling mengamati.
4. Refleksikan: Membahas hasil praktik untuk menentukan langkah tindak
lanjut ke depan.
*Esensi Pasal 3
Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026
Berkesadaran (Mindful): Merupakan
proses pembelajaran yang membantu murid memahami tujuan belajar mereka. Dengan
kesadaran ini, murid akan tumbuh menjadi pembelajar yang aktif, termotivasi,
serta mampu mengatur dirinya sendiri (self-regulated learning).
Bermakna (Meaningful): Proses
pembelajaran yang terjadi ketika murid dapat menghubungkan dan menerapkan apa
yang dipelajari dengan pengalaman, kehidupan nyata, serta pengetahuan mereka
sebelumnya secara kontekstual.
Menggembirakan (Joyful):
Menciptakan proses pembelajaran yang positif, aman, menantang namun tetap
menyenangkan, sehingga dapat memicu motivasi intrinsik di dalam diri murid.
Menuju Pembelajaran Mendalam
(Deep Learning)Lebih lanjut, dipaparkan pula kerangka komprehensif mengenai
Pembelajaran Mendalam (Deep Learning), di mana belajar bukan sekadar tahu,
melainkan proses memahami, menerapkan, dan merefleksikan. Output dari implementasi
ini mencakup beberapa poin penting bagi ekosistem sekolah:
Pengalaman Belajar: Guru
mengarahkan murid untuk memahami konsep, mengaplikasikannya dalam konteks
nyata, serta melakukan refleksi hasil belajar.
Tujuan Utama: Membentuk pemahaman
yang lebih mendalam, menajamkan kemampuan berpikir kritis & kreatif,
memecahkan masalah, menumbuhkan kemandirian, serta menerapkan ilmu dalam
kehidupan.
Peran Guru & Murid: Guru
bertindak sebagai fasilitator, motivator, perancang pengalaman, pemberi umpan
balik, dan pendamping refleksi. Sementara murid didorong aktif bertanya,
berdiskusi, mencoba memecahkan masalah, menghasilkan karya, dan berefleksi.
Strategi Variatif: Penerapan
ragam model mutakhir seperti Problem Based Learning, Project Based Learning,
Inquiry/Discovery, diskusi kolaboratif, eksperimen, hingga role play.Melalui
pemaparan materi dari kedua pengawas pembina ini, diharapkan seluruh guru SMPN
1 Sumedang dapat mengoptimalkan komunitas belajar sekolah demi melahirkan
pembelajaran mendalam yang mengantarkan murid menjadi pembelajar sepanjang
hayat.
*Kesimpulan Bersama
Narasumber: Wujudkan Ekosistem Sekolah yang Memuliakan Murid
Berdasarkan paparan komprehensif dari kedua narasumber (Ibu Hj. Niyati Telaumbanua, S.Pd., M.Si. dan Bapak Ade Sugiana, S.Pd., M.Si. , dapat ditarik tiga kesimpulan utama sebagai landasan pacu bagi guru-guru SMPN 1 Sumedang dalam menghadapi Tahun Pelajaran 2026/2027:
* Komunitas Belajar (Kombel)
sebagai Penggerak Utama
Optimalisasi Komunitas Belajar di
internal sekolah bukan lagi sekadar formalitas administrasi, melainkan ruang
kolaborasi esensial yang berkelanjutan. Melalui siklus Identifikasi, Rencana,
Praktik, dan Refleksi, Kombel menjadi wadah bagi guru untuk membedah akar
masalah pembelajaran secara nyata dan melahirkan solusi bersama yang berdampak
langsung di kelas.
* Transformasi Menuju
Pembelajaran Mendalam (Deep Learning)
Implementasi Permendikdasmen
Nomor 1 Tahun 2026 menuntut perubahan paradigma mengajar dari sekadar
ketuntasan materi (menghafal/tahu) menjadi Pembelajaran Mendalam. Menggunakan
strategi variatif seperti Problem/Project Based Learning, guru ditantang menstimulus
murid agar mampu berpikir kritis, mandiri, kolaboratif, serta terampil
mengaplikasikan ilmu dalam kehidupan nyata.
* Penerapan 3 Prinsip Utama
untuk Memuliakan Murid
Muara akhir dari peningkatan
kapasitas layanan guru adalah terciptanya iklim kelas yang Berkesadaran
(Mindful), Bermakna (Meaningful), dan Menggembirakan (Joyful). Dengan memadukan
olah pikir, hati, rasa, dan raga secara holistik, proses pendidikan di SMPN
1 Sumedang dapat benar-benar memuliakan anak dan mengantarkan mereka menjadi
pembelajar sepanjang hayat demi terwujudnya visi "Sakola Jawara Sang
Juara".

.jpeg)



.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)

.jpeg)

.jpeg)

.jpeg)
.jpeg)
