Kamis, 29 Februari 2024

Trauma Healing ITB - Percobaan Kimia Sederhana di SMPN 1 Sumedang

Humas SMPN 1 Sumedang - Pada hari Sabtu, 02 Maret 2024 SMPN 1 Sumedang bekerjasama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) mengadakan kegiatan Trauma Healing ITB - Percobaan Kimia Sederhana. 

Tim dari ITB ada sepuluh orang, 

Kegiatan ini dilaksanakan di ruang kelas 7B-7D dengan melibatkan 75 orang peserta didik dari kelas 7, 8, dan 9 dan 10 orang guru. 

Berikut Rundown Acaranya:

07.00 - 08.00 Perjalanan ke Sumedang

08.00 - 08.30 Persiapan kegiatan dan registrasi

08.30 - 08.50 Pembukaan

                       Sambutan dari pihak BPBD/diknas/sekolah dan Kimia ITB

                       Foto bersama dengan pihak terkait

08.50 - 11.30 Tiga modul percobaan kimia sederhana  (5 kelompok SMP) 1 kelompok berjumlah 15

                       orang

11.30 - 12.00 Sharing pencemaran air dan dampaknya untuk manusia

12.00 - 13.00 Ishoma (Istirahat, sholat dan makan)

13.00 - 15.00 Tiga modul percobaan kimia sederhana (5 kelompok SMP) 1 kelompok berjumlah 15

                      orang

15.00 - 16.00 Games bersama (bisa demo), penutup dan foto bersama dengan siswa dan guru. 

Humas SMPN 1 Sumedang - Pada hari Selasa, 27 Februari SMPN 1 Sumedang bekerja sama dengan Klinik Afiat menyelenggarakan pemeriksaan kesehatan gratis, dimulai dari penimbangan badan, tensi, dan cek gula darah, 

Sasaran dari kegiatan ini adalah seluruh pendidik dan tenaga kependidikan SMPN 1 Sumedang. Satu hari sebelum kegiatan pemeriksaan dilaksanakan, yang akan mengikuti pemeriksaan disarankan untuk puasa terlebih dahulu.

Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan di kalangan pendidik dan tenaga kependidikan SMPN 1 Sumedang serta mendorong mereka untuk menjaga kesehatan secara aktif. 

Dengan menyelenggarakan pemeriksaan kesehatan gratis, diharapkan dapat memberikan akses yang lebih mudah bagi seluruh guru dan tenaga kependidikan untuk memantau kondisi kesehatan mereka secara berkala. 

Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk mendeteksi dini berbagai masalah kesehatan yang mungkin dialami oleh pendidik dan tenaga kependidikan, sehingga dapat dilakukan tindakan pencegahan atau pengobatan yang tepat lebih awal. 

Dengan demikian, diharapkan kesehatan dan kesejahteraan seluruh komponen sekolah dapat terjaga dengan baik, sehingga kinerja dan produktivitas dalam mengemban tugas pendidikan pun dapat meningkat.

Humas SMPN 1 Sumedang - Pada hari Senin dan Selasa, tanggal 26-27 Februari SMPN 1 Sumedang menyelenggarakan kegiatan Asesmen Bakat Minat (ABM) 2024. Kegiatan ini diikuti oleh 30 orang peserta didik kelas IX.

Berikut adalah nama-nama peserta didik kelas IX yang akan mengikuti kegiatan Asesmen Bakat dan Minat (ABM).



Sebagaimana kita ketahui bersama, bahwa Pusat Asesmen Pendidikan (Pusmendik) di bawah naungan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) segera menggelar Asesmen Bakat Minat (ABM) 2024. ABM dibuka untuk siswa kelas 9 SMP, MTs, SMPK, SMPTK, dan MWP di seluruh Indonesia. 

Tes ABM dirancang untuk mengukur kemampuan atau potensi umum seseorang dalam bidang-bidang khusus, serta minat individu berdasarkan ketertarikannya pada jenis kegiatan atau pekerjaan tertentu. Melalui ABM, diharapkan dapat dibuat arah pengembangan yang lebih jelas dan terencana bagi siswa.

Aspek-aspek yang diukur dalam ABM meliputi verbal, kuantitatif, penalaran, figural, mekanikal, penggunaan bahasa, dan klerikal, serta dilengkapi dengan asesmen minat. Berikut jadwal lengkap Asesmen Bakat Minat (ABM) 2024:

Sosialisasi dan pengumuman ABM: 23 Januari 2024

Pendaftaran satuan pendidikan: 23 Januari - 3 Februari 2024

Pendaftaran peserta dan penjadwalan: 23 Januari - 9 Februari 2024

Pengisian data panitia pelaksana satuan pendidikan dan pakta integritas: 23 Januari - 9 Februari 2024

Simulasi aplikasi: 15 - 16 Februari 2024

Cetak perlengkapan ujian: 15 - 16 Februari 2024

Pelaksanaan asesmen: 19 - 23 Februari 2024 dan 26 Februari - 1 Maret 2024

Unggah kelengkapan ujian: 19 Februari - 1 Maret 2024

Cetak hasil: 11 Maret 2024

Dengan jadwal yang terencana dan proses yang terstruktur, diharapkan ABM 2024 dapat memberikan kontribusi yang berarti dalam mengidentifikasi bakat dan minat siswa untuk pengembangan masa depan yang lebih baik.

Sabtu, 17 Februari 2024

MGMP PPKn SMP Kabupaten Sumedang Mengadakan Kegiatan Pelatihan Membuat Aksi Nyata PMM dan Modul Ajar


Dokumentasi : Adi Bakti Raindi

Sumedang Sabtu, 17 Februari 2024 MGMP PPKn SMP Kabupaten Sumedang  Mengadakan workshop atau pelatihan untuk guru PPKn. Workshop ini bertujuan untuk membuat aksi nyata Platform Merdeka Mengajar (PMM) dan Modul Ajar. Narasumber dari kegiatan ini adalah Tia Setiawati, S.Sos., M.Pd. (Ketua MGMP PPKn Kab. Sumedang) kemudian Juga ada sesi berbagi pengalaman aksi nyata dari Irma Rosmayanti, S.H. (Guru SMP Negeri 1 Jatinagor).

Dokumentasi : Adi Bakti Raindi

MGMP PPKn (Musyawarah Guru Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan) SMP Kabupaten Sumedang memiliki peran penting dalam meningkatkan kompetensi guru dan pendidikan kewarganegaraan di tingkat Kabupaten. Melalui berbagai kegiatan yang diadakan, MGMP PPKn SMP  Kabupaten Sumedang berupaya untuk meningkatkan kompetensi guru dan siswa tentang nilai-nilai Pancasila, demokrasi, hak asasi manusia, dan kewarganegaraan.

Link Dokumentasi Kegiatan MGMP PPKn SMP 17 Februari 2024 : KLIK DISINI !!! 

Link Materi Kegiatan MGMP PPKn SMP 17 Februari 2024 : KLIK DISINI !!!

Dokumentasi : Adi Bakti Raindi

Platform Merdeka Mengajar

Platform Merdeka Mengajar merupakan aplikasi untuk memfasilitasi para guru yang ingin berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Aksinyata Platform Merdeka Mengajar merupakan inisiatif yang sangat baik dalam memberikan kesempatan bagi para guru untuk berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. 

Dengan adanya platform ini, diharapkan dapat tercipta lingkungan yang mendukung inovasi dan kolaborasi antara para guru untuk menciptakan perubahan positif dalam dunia pendidikan.

Dokumentasi : Adi Bakti Raindi

Modul Ajar

Tindak lanjut dari kegiatan ini seluruh peserta diberi penugasan untuk membuat modul ajar, semua peserta dibagi kedalam beberapa kelompok. Penugasan ini bertujuan agar seluruh peserta dapat mempraktekan hasil pelatihan sehingga dengan mencoba diharapkan dapat memahami dan mengaplikasikannya dalam kegiatan sebenarnya di sekolah masing-masing.

Untuk membuat modul ajar dalam Platform Merdeka Mengajar (PMM) untuk mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn), dapat mengikuti langkah-langkah berikut:

  1. Identifikasi Tujuan Pembelajaran: Tentukan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai melalui modul ajar ini. Misalnya, meningkatkan pemahaman siswa tentang nilai-nilai Pancasila atau mengembangkan sikap kewarganegaraan yang aktif.
  2. Riset dan Pengumpulan Materi: Lakukan riset dan pengumpulan materi yang relevan dengan tujuan pembelajaran. Gunakan sumber-sumber yang terpercaya seperti buku teks, jurnal, artikel, dan situs web resmi. Pastikan materi yang kamu kumpulkan sesuai dengan kurikulum PPKn yang berlaku.
  3. Desain Struktur Modul: Rancang struktur modul ajar yang terdiri dari beberapa bagian seperti pendahuluan, tujuan pembelajaran, materi pembelajaran, kegiatan atau latihan, dan evaluasi. Pastikan struktur modul mudah dipahami dan mengikuti alur pembelajaran yang logis.
  4. Sajikan Materi dengan Menarik: Sajikan materi pembelajaran dengan cara yang menarik dan interaktif. Gunakan berbagai media seperti teks, gambar, video, atau audio untuk menjelaskan konsep-konsep yang penting. Juga, gunakan contoh nyata atau studi kasus yang relevan untuk membantu siswa memahami dan mengaitkan materi dengan kehidupan sehari-hari.
  5. Sertakan Kegiatan dan Latihan: Sertakan kegiatan atau latihan yang melibatkan siswa secara aktif dalam pembelajaran. Misalnya, diskusi kelompok, permainan peran, atau penelitian kecil. Kegiatan ini akan membantu siswa untuk menerapkan dan menguji pemahaman mereka terhadap materi yang dipelajari.
  6. Evaluasi Pembelajaran: Sertakan evaluasi atau tes yang dapat mengukur pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran. Gunakan berbagai bentuk evaluasi seperti pertanyaan pilihan ganda, esai, atau tugas proyek. Evaluasi ini akan membantu kamu dalam mengevaluasi efektivitas modul ajar dan memperbaikinya di masa depan.
  7. Desain Tampilan Modul: Desain tampilan modul ajar dengan tata letak yang menarik dan mudah dibaca. Gunakan font yang jelas, ukuran teks yang sesuai, dan perhatikan tata warna yang tidak mencolok. Sertakan juga gambar atau ilustrasi yang relevan untuk memperkaya tampilan modul.
  8. Uji Coba dan Perbaikan: Setelah selesai merancang modul ajar, uji coba modul dengan mengajarinya kepada sekelompok siswa. Amati respons siswa dan perbaiki modul berdasarkan umpan balik yang diterima. Pastikan modul ajar telah mencapai tujuan pembelajaran yang diinginkan


“Spensa Sakola Jawara, Sang Juara!”

SMP Negeri 1 Sumedang kembali menunjukkan konsistensinya sebagai sekolah berprestasi. Setiap hari Senin, jargon “Spensa Sakola Jawara, Sang ...

Postingan Populer