LITERASI
NUMERASI UNTUK MENUMBUHKAN
KEPEDULIAN
TERHADAP LINGKUNGAN DAN DEMI TERWUJUDNYA
PROFIL
PELAJAR PANCASILA
Istilah
numerasi sering dikaitkan dengan matematika, apa hubungannya? Selama ini banyak
yang beranggapan bahwa matematika adalah ilmu yang abstrak dan sehingga pada
akhirnya banyak materi matematika digunakan hanya untuk mengasah kemampuan
berpikir untuk menyelesaiakan soal-soal. Jika seperti ini lalu apa manfaat
pelajaran matematika dalam kehidupan, lalu bagaimana pula dengan tujuan Pendidikan
kita yang hendak mewujudkan profil pelajar Pancasila untuk peserta didiknya.
Hal inilah yang menjadi tugas guru untuk dapat mendekatkan matematika dan
kebermanfaatannya bagi kehidupan, salah satunya adalah melalui literasi
numerasi yaitu suatu Kemampuan ditunjukan melalui kecakapan menggunakan keterampilan
matematika secara praktis untuk memenuhi tuntutan kehidupan.
Sebuah konteks perlu dipersiapkan,
konteks yang update dan dekat dengan
kehidupan sehari-hari siswa tentu akan lebih mudah bagi siswa untuk
memahaminya, semisal sebuah konteks yang berjudul “ BAHAYA SAMPAH BAGI BUMI”. Konteks
ini menyajikan sebuah diagram batang yang berisi mengenai jenis sampah dan
lamanya terurai oleh bumi seperti pada
gambar di bawah ini :
Sumber : https://www.bbc.com/indonesia/majalah-42309772
Melalui diagram batang ini peserta didik diharapkan
dapat:
1. Memahami
cara membaca dan dapat menarik kesimpulan dari hasil membaca diagram
2. Memahami
alasan sampah plastik lama terurai( menghilang)
3. mengidentifikasi
bahaya sampah plastic terhadap bumi
4. Mengidentifikasi
prilaku-prilaku peserta didik dalam menyumbangkan sampah bagi bumi
5. mengetahui perubahan sikap yang mereka akan lakukan setelah memahami permasalahan yang disajikan
Dari langkah-langkah yang tersebut di
atas maka pertama peserta didik dapat mengetahui bahwa sampah yang mereka
hasilkan (terutama stryrofoam, kaleng almunium, botol plastic) membutuhkan
waktu lama untuk terurai samapi dengan hilang, hal dikarenakan dari sifat
plastic dan kaleng itu sendiri. Sampah plastic itu sendiri merupakan merupakan
potongan-potongan plastik yang amat kecil, yang tertahan di bawah permukaan
laut, sebuah fenomena yang dikenal sebagai sup plastik. Lalu
karenasejumlah plastic itu dibuat
agar kuat sehingga sampah plastic pun
butuh waktu bertahun-tahun lamanya, demikian pun dengan sampah lainnya.
Kemudian apa bahaya sampah plastik?
sampah plastik sangat berbahaya, jika
sampah tersebut terbuang ke laut maka hewan-hewan laut akan terperangkap,
kemudian bisa juga hewan laut memakannya, sementara sampah tersebut memiliki
zat kimia yang berbahaya, begitupun juga sampah plastik akan menyebabklan
polusi air, polusi tanah, hal ini akan merusak ekosistem baik itu dilaut dan
tanah, dan jika dibakar maka asap hasil pembakarannya akan menyebabkan polusi
udara yang berbahay bagi pernafasan. Selain itu sampah plastic yang dibuang ke
saluran air akan menghambat saluran air san menyebabkan banjir .
Peserta didik adalah penyumbang
sampah plastik, hal ini bisa diidentifikasi dari prilaku peserta didik yang
membeli makanan atau minuman berkemasan yang mereka lakukan setiap hari. Dari
sini ajak peserta didik untuk memahami sebuah perumpaan jika satu orang
menghasilkan sampah plastic sebanyak 3 buah dalam sehari lalu berapa jumlahnya
jika seribu siswa disekolah melakukan hal yang sama sebanyak apa sampah yang
dihasilkan sehari, seminggu, setahun, dan seterusnya.
Melalui pemikiran di atas diharapkan
peserta didik menjadi memiliki kepedulian terhadap lingkungan yang mereka
wujudkan dalam langkah nyata semisal mereka bertekad mengurangi sampah plastic
dengan membawa tumbler untuk air minum, kemudian membawa bekal makanan menggunakan
misting, ataupun dapat membawa totebag agar bebas dari kantong keresek,
tentunya upaya-upaya yang bisa dilakukan banyak. Hal terpenting adalah adanya
komitmen Bersama untuk peduli lingkungan.
Dapat disimpulkan bahwa literasi
numerasi dalam pembelajaran matematika pada bab menyajikan data melalui diagram
batang yang disajikan dalam konteks nyata yang dekat dengan kehidupan anak
dapat memberikan pembelajaran bermakna bagi siswa yaitu memberikan pembelajaran
bagi peserta didik untuk memiliki kepedulian
terhadap lingkungan dan hal ini sesuai dengan dimensi pertama profil pelajar
Pancasila yaitu beriman dan bertakwa terhadap Tuhan yang Esa dan beraklak
mulia.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar