Senin, 28 Agustus 2023

LITERASI NUMERASI UNTUK MENUMBUHKAN KEPEDULIAN TERHADAP LINGKUNGAN DAN DEMI TERWUJUDNYA PROFIL PELAJAR PANCASILA

 

LITERASI NUMERASI UNTUK MENUMBUHKAN  

KEPEDULIAN TERHADAP LINGKUNGAN DAN DEMI TERWUJUDNYA

PROFIL PELAJAR PANCASILA

 (Tuty Yuliawati Wachyar, M.Pd.)

Istilah numerasi sering dikaitkan dengan matematika, apa hubungannya? Selama ini banyak yang beranggapan bahwa matematika adalah ilmu yang abstrak dan sehingga pada akhirnya banyak materi matematika digunakan hanya untuk mengasah kemampuan berpikir untuk menyelesaiakan soal-soal. Jika seperti ini lalu apa manfaat pelajaran matematika dalam kehidupan, lalu bagaimana pula dengan tujuan Pendidikan kita yang hendak mewujudkan profil pelajar Pancasila untuk peserta didiknya. Hal inilah yang menjadi tugas guru untuk dapat mendekatkan matematika dan kebermanfaatannya bagi kehidupan, salah satunya adalah melalui literasi numerasi yaitu suatu Kemampuan ditunjukan  melalui kecakapan menggunakan keterampilan matematika secara praktis untuk memenuhi tuntutan kehidupan.

Sebuah konteks perlu dipersiapkan, konteks yang update  dan dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa tentu akan lebih mudah bagi siswa untuk memahaminya, semisal sebuah konteks yang berjudul “ BAHAYA SAMPAH BAGI BUMI”. Konteks ini menyajikan sebuah diagram batang yang berisi mengenai jenis sampah dan lamanya  terurai oleh bumi seperti pada gambar di bawah ini :

 

             Sumber : https://www.bbc.com/indonesia/majalah-42309772

 

Melalui diagram batang ini peserta didik diharapkan dapat:

1.      Memahami cara membaca dan dapat menarik kesimpulan dari hasil membaca diagram

2.      Memahami alasan sampah plastik lama terurai( menghilang)

3.      mengidentifikasi bahaya sampah plastic terhadap bumi

4.      Mengidentifikasi prilaku-prilaku peserta didik dalam menyumbangkan sampah bagi bumi

5.      mengetahui perubahan sikap yang mereka akan lakukan setelah memahami permasalahan yang disajikan

Dari langkah-langkah yang tersebut di atas maka pertama peserta didik dapat mengetahui bahwa sampah yang mereka hasilkan (terutama stryrofoam, kaleng almunium, botol plastic) membutuhkan waktu lama untuk terurai samapi dengan hilang, hal dikarenakan dari sifat plastic dan kaleng itu sendiri. Sampah plastic itu sendiri merupakan merupakan potongan-potongan plastik yang amat kecil, yang tertahan di bawah permukaan laut, sebuah fenomena yang dikenal sebagai sup plastik. Lalu karenasejumlah  plastic itu dibuat agar  kuat sehingga sampah plastic pun butuh waktu bertahun-tahun lamanya, demikian pun dengan sampah lainnya.

Kemudian apa bahaya sampah plastik? sampah plastik  sangat berbahaya, jika sampah tersebut terbuang ke laut maka hewan-hewan laut akan terperangkap, kemudian bisa juga hewan laut memakannya, sementara sampah tersebut memiliki zat kimia yang berbahaya, begitupun juga sampah plastik akan menyebabklan polusi air, polusi tanah, hal ini akan merusak ekosistem baik itu dilaut dan tanah, dan jika dibakar maka asap hasil pembakarannya akan menyebabkan polusi udara yang berbahay bagi pernafasan. Selain itu sampah plastic yang dibuang ke saluran air akan menghambat saluran air san menyebabkan banjir .

Peserta didik adalah penyumbang sampah plastik, hal ini bisa diidentifikasi dari prilaku peserta didik yang membeli makanan atau minuman berkemasan yang mereka lakukan setiap hari. Dari sini ajak peserta didik untuk memahami sebuah perumpaan jika satu orang menghasilkan sampah plastic sebanyak 3 buah dalam sehari lalu berapa jumlahnya jika seribu siswa disekolah melakukan hal yang sama sebanyak apa sampah yang dihasilkan sehari, seminggu, setahun, dan seterusnya.

Melalui pemikiran di atas diharapkan peserta didik menjadi memiliki kepedulian terhadap lingkungan yang mereka wujudkan dalam langkah nyata semisal mereka bertekad mengurangi sampah plastic dengan membawa tumbler untuk air minum, kemudian membawa bekal makanan menggunakan misting, ataupun dapat membawa totebag agar bebas dari kantong keresek, tentunya upaya-upaya yang bisa dilakukan banyak. Hal terpenting adalah adanya komitmen Bersama untuk peduli lingkungan.

Dapat disimpulkan bahwa literasi numerasi dalam pembelajaran matematika pada bab menyajikan data melalui diagram batang yang disajikan dalam konteks nyata yang dekat dengan kehidupan anak dapat memberikan pembelajaran bermakna bagi siswa yaitu memberikan pembelajaran bagi peserta didik untuk  memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan hal ini sesuai dengan dimensi pertama profil pelajar Pancasila yaitu beriman dan bertakwa terhadap Tuhan yang Esa dan beraklak mulia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Rapat Guru SMPN 1 Sumedang Bahas Pengisian SKP 2026 di Aplikasi Ruang GTK

  Foto : Humas SMPN 1 Sumedang Sumedang – SMP Negeri 1 Sumedang melaksanakan rapat guru yang membahas pengisian Sasaran Kinerja Pegawai (SKP...

Postingan Populer