Senin, 28 Agustus 2023

Sosialisasi Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) di Sekolah, Hati-Hati dengan Kebiasaan Malas Cuci Tangan Dapat Menyebabkan Hepatitis Akut

 

Sosialisasi Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) di Sekolah, Hati-Hati dengan Kebiasaan Malas Cuci Tangan Dapat Menyebabkan Hepatitis Akut

Yenti Sofiyanti, S.Pd.,M.M.

 

Para pakar telah mengungkapkan bahwa ada banyak faktor yang diduga dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit hepatitis akut pada anak-anak. Salah satu faktor tersebut adalah kebiasaan malas mencuci tangan.

Dr. Muhammad Fajri Adda'i, seorang dokter relawan dalam penanganan COVID-19 di Indonesia, telah menyatakan bahwa kurangnya disiplin dalam menjaga kebersihan dapat memicu timbulnya kasus hepatitis akut di lingkungan sekolah dan kampus.

Oleh karena itu, Dr. Fajri mendorong seluruh masyarakat untuk selalu menjaga kebersihan tangan, terutama sebelum makan, setelah beraktivitas di luar rumah, dan setelah menggunakan toilet. Hal ini penting karena virus bisa berada di tangan atau makanan, yang dapat menyebabkan timbulnya hepatitis akut.


Faktor Penyebab Lain yang Perlu Diwaspadai

Selain kebiasaan malas mencuci tangan, hepatitis akut juga dapat disebabkan oleh beberapa faktor lainnya. Salah satunya adalah ketidakjagaan kebersihan makanan. Hepatitis umumnya disebarkan melalui makanan yang telah terkontaminasi atau melalui jalur oral. Selain itu, menjaga jarak dan menghindari pertemuan dengan orang yang sakit juga penting. Seperti halnya dalam pandemi COVID-19, pertemuan dapat dilakukan secara virtual.

Penularan penyakit hepatitis akut diduga terjadi melalui saluran pencernaan dan pernapasan pada anak-anak. Oleh karena itu, orang tua perlu meningkatkan kewaspadaan dan mengambil langkah-langkah pencegahan yang tepat.

Langkah-langkah Pencegahan Hepatitis Akut

Pencegahan hepatitis akut terutama berkaitan dengan disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan, terutama pada anak-anak yang berusia di bawah 6 tahun yang lebih rentan terhadap penyakit ini. Selain menjaga kebiasaan mencuci tangan, sebaiknya anak-anak juga diajarkan untuk menggunakan masker, terutama saat beraktivitas di luar rumah.

Orang tua sebaiknya menunda kegiatan anak di tempat umum yang banyak dikunjungi orang, seperti kolam renang, taman bermain, atau area publik lainnya. Penularan mudah terjadi melalui kontak fisik dengan benda yang telah terkontaminasi di tempat tersebut. Hindari pula kunjungan ke rumah sakit atau menjenguk orang sakit, karena hal ini dapat meningkatkan risiko penularan.

Selain itu, orang tua juga harus memastikan bahwa anak-anak tidak berbagi barang pribadi dengan anak lain atau orang lain. Ini termasuk peralatan makan, alat tulis, pakaian, handuk, peralatan mandi, sepatu, dan tempat tidur. Karena penularan juga dapat terjadi melalui pertukaran barang.

Diduga Disebabkan oleh Adenovirus

Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, mengatakan bahwa hepatitis akut diduga disebabkan oleh infeksi virus jenis Adenovirus strain 41. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa Adenovirus adalah patogen umum yang menjadi penyebab utama infeksi saluran pencernaan dengan gejala yang bervariasi.

Gejala yang sering muncul pada seseorang yang terinfeksi Adenovirus meliputi pilek, diare, dan muntah. Komplikasi langka yang berkembang dari infeksi virus ini diduga menjadi penyebab hepatitis akut.

Adenovirus umumnya ditularkan melalui kontak fisik dengan permukaan yang terkontaminasi atau melalui udara. Orang yang didiagnosis dengan hepatitis akut biasanya mengalami gangguan pencernaan seperti nyeri perut, muntah, dan diare.

Jika Anda mengalami gejala yang mirip dengan flu, disarankan untuk tetap melakukan pemeriksaan kesehatan. Anda dapat menggunakan aplikasi Halodoc untuk memudahkan proses pemesanan di rumah sakit terdekat. Deteksi dini dapat membantu Anda mendapatkan perawatan yang lebih tepat waktu, sehingga risiko komplikasi dapat diminimalkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

“Spensa Sakola Jawara, Sang Juara!”

SMP Negeri 1 Sumedang kembali menunjukkan konsistensinya sebagai sekolah berprestasi. Setiap hari Senin, jargon “Spensa Sakola Jawara, Sang ...

Postingan Populer