Sosialisasi Cuci
Tangan Pakai Sabun (CTPS) di Sekolah, Hati-Hati dengan Kebiasaan Malas Cuci
Tangan Dapat Menyebabkan Hepatitis Akut
Yenti
Sofiyanti, S.Pd.,M.M.
Para
pakar telah mengungkapkan bahwa ada banyak faktor yang diduga dapat meningkatkan
risiko terjadinya penyakit hepatitis akut pada anak-anak. Salah satu faktor
tersebut adalah kebiasaan malas mencuci tangan.
Dr.
Muhammad Fajri Adda'i, seorang dokter relawan dalam penanganan COVID-19 di
Indonesia, telah menyatakan bahwa kurangnya disiplin dalam menjaga kebersihan
dapat memicu timbulnya kasus hepatitis akut di lingkungan sekolah dan kampus.
Oleh
karena itu, Dr. Fajri mendorong seluruh masyarakat untuk selalu menjaga
kebersihan tangan, terutama sebelum makan, setelah beraktivitas di luar rumah,
dan setelah menggunakan toilet. Hal ini penting karena virus bisa berada di
tangan atau makanan, yang dapat menyebabkan timbulnya hepatitis akut.
Faktor
Penyebab Lain yang Perlu Diwaspadai
Selain
kebiasaan malas mencuci tangan, hepatitis akut juga dapat disebabkan oleh
beberapa faktor lainnya. Salah satunya adalah ketidakjagaan kebersihan makanan.
Hepatitis umumnya disebarkan melalui makanan yang telah terkontaminasi atau
melalui jalur oral. Selain itu, menjaga jarak dan menghindari pertemuan dengan
orang yang sakit juga penting. Seperti halnya dalam pandemi COVID-19, pertemuan
dapat dilakukan secara virtual.
Penularan
penyakit hepatitis akut diduga terjadi melalui saluran pencernaan dan
pernapasan pada anak-anak. Oleh karena itu, orang tua perlu meningkatkan
kewaspadaan dan mengambil langkah-langkah pencegahan yang tepat.
Langkah-langkah
Pencegahan Hepatitis Akut
Pencegahan
hepatitis akut terutama berkaitan dengan disiplin dalam menerapkan protokol
kesehatan, terutama pada anak-anak yang berusia di bawah 6 tahun yang lebih
rentan terhadap penyakit ini. Selain menjaga kebiasaan mencuci tangan,
sebaiknya anak-anak juga diajarkan untuk menggunakan masker, terutama saat
beraktivitas di luar rumah.
Orang
tua sebaiknya menunda kegiatan anak di tempat umum yang banyak dikunjungi
orang, seperti kolam renang, taman bermain, atau area publik lainnya. Penularan
mudah terjadi melalui kontak fisik dengan benda yang telah terkontaminasi di
tempat tersebut. Hindari pula kunjungan ke rumah sakit atau menjenguk orang
sakit, karena hal ini dapat meningkatkan risiko penularan.
Selain
itu, orang tua juga harus memastikan bahwa anak-anak tidak berbagi barang
pribadi dengan anak lain atau orang lain. Ini termasuk peralatan makan, alat
tulis, pakaian, handuk, peralatan mandi, sepatu, dan tempat tidur. Karena
penularan juga dapat terjadi melalui pertukaran barang.
Diduga
Disebabkan oleh Adenovirus
Menteri
Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, mengatakan bahwa hepatitis akut diduga
disebabkan oleh infeksi virus jenis Adenovirus strain 41. Organisasi Kesehatan
Dunia (WHO) mengatakan bahwa Adenovirus adalah patogen umum yang menjadi
penyebab utama infeksi saluran pencernaan dengan gejala yang bervariasi.
Gejala
yang sering muncul pada seseorang yang terinfeksi Adenovirus meliputi pilek,
diare, dan muntah. Komplikasi langka yang berkembang dari infeksi virus ini
diduga menjadi penyebab hepatitis akut.
Adenovirus
umumnya ditularkan melalui kontak fisik dengan permukaan yang terkontaminasi
atau melalui udara. Orang yang didiagnosis dengan hepatitis akut biasanya
mengalami gangguan pencernaan seperti nyeri perut, muntah, dan diare.
Jika
Anda mengalami gejala yang mirip dengan flu, disarankan untuk tetap melakukan
pemeriksaan kesehatan. Anda dapat menggunakan aplikasi Halodoc untuk memudahkan
proses pemesanan di rumah sakit terdekat. Deteksi dini dapat membantu Anda
mendapatkan perawatan yang lebih tepat waktu, sehingga risiko komplikasi dapat
diminimalkan.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar