Kamis, 25 Januari 2024

Laporan Kegiatan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dengan Tema Kearifan Lokal

 


Pada hari Jum’at, 26 Januari 2024 SMP Negeri 1 Sumedang melaksanakan kegiatan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dengan tema Kearifan Lokal. 

Sub Tema Kegiatan hari ini adalah  diberi judul Selayang Pandang Sumedang, Sejarah, Kondisi Geografis, dan Bencana Alam (SASAKALA).

Kegiatan pertama, pukul 07.00-07.30 Proyek P5 ini adalah briefing Pengarahan Pelaksanaan P5 di ruang wakasek dipimpin oleh Ibu Hj. Listiana sebagai Tim P5 menjelaskan tentang urutan kegiatan yang akan dilakukan pada hari tersebut.

Pada pukul 07.30-08.00 kegiatan pembukaan dan pengkondisian, membaca doa, memeriksa kehadiran, kondisi diri peserta didik dan kelas serta menggali info: We Love Sumedang.

Kegiatan berikutnya,  pukul 08.00 – 08.30 semua peserta didik dikumpulkan di lapangan upacara untuk penguatan We Love Sumedang dan menyanyikan lagu “Tandang najan Sorangan”. Rumpaka lagu ini dibuat oleh Pj. Bupati Kabupaten Sumedang, Drs. Herman Suryatman, M.Si. 

Semua peserta didik yang hadir pada shift 1, dari kelas 7A-7K dan kelas 8A-8E bersama dengan wali kelasnya masing-masing. Pada Shift 2, dari kelas 9A-9K dan kelas 8F-8K bernyanyi dipimpin oleh Wakasek Kurikulum, Riki Sumda, S.Pd dan Guru Seni Budaya, Hj. Tintin Sugiartini, S.Pd. Pada shift kedua, menyanyikan lagu dipimpin oleh Guru Seni Budaya, Ratnaningsih, S.Pd. 

Berikut adalah lirik lagu ‘Tandang najan Sorangan’.

Tandang najan Sorangan


Tandang-tandang najan sorangan.

Teuneung ludeung moal rek ringrang.

Ieu kuring urang Sumedang.

Hey langit geura saksian Insun medal rek bajuang. 

Sangkan sunda seungit nyambuang


Setelah bernyanyi bersama, pada pukul 09.00-09.30 seluruh peserta didik masuk ke kelas masing-masing dan membaca tentang SEJARAH SUMEDANG, menuliskan sifat urang Sumedang pada buku catatan P5 dan dinilai oleh wali kelas.

Pada pukul 09.30-10.00 kegiatan ditutup dengan refleksi dan penyampaian penugasan dalam LAPD.


Jumat, 19 Januari 2024

Pemilihan Ketua Osis di SMP Negeri 1 Sumedang, Inilah Rangkaian Acaranya!


Dokumentasi Humas SMP Negeri 1 Sumedang

SMPN 1 Sumedang - Pemilihan Ketua OSIS SMP Negeri 1 Sumedang: Proses Demokratis Menuju Pemimpin Berkualitas.

Pemilihan Ketua OSIS di SMP Negeri 1 Sumedang menjadi peristiwa penting dalam membentuk kepemimpinan siswa yang berkualitas. 

Selain seluruh peserta didik yang melakukan pemilihan, Kepala SMPN 1 Sumedang, Drs. Edeng Sutarya, M.M.Pd. dan guru serta staf TU juga ikut melakukan proses pemilihan.

Proses pemilihan ini tidak hanya mengukur keterampilan, namun juga kepemimpinan dan kepribadian yang baik. 

Tujuannya adalah membantu siswa mengembangkan keterampilan dan kepemimpinan yang lebih baik, menciptakan lingkungan sekolah yang kondusif untuk pertumbuhan dan pembelajaran.

Pada tanggal 20 Januari 2024, SMP Negeri 1 Sumedang menggelar pemilihan ketua OSIS yang melibatkan tiga calon berpotensi. 

Yulia Dwi Lestari dari kelas 8-K, Rizky Adlan Waafy dari kelas 8-G, dan Puji Wisnuwardhani dari kelas 8-A memaparkan visi misi serta berpartisipasi dalam debat terbuka sebagai bagian dari rangkaian acara pemilihan.

Rangkaian acara dimulai pada tanggal 19 Januari 2024, dengan sholat Dhuha bersama dan pembukaan oleh Wakasek Kesiswaan, Ahmad Saepi, S.Pd. Proses pemilihan dilanjutkan dengan sesi penyampaian visi misi dan debat terbuka.

Meskipun kegiatan belajar mengajar dilaksanakan dalam dua shift akibat gempa pada 30 Desember 2023, siswa tetap antusias dalam mengikuti kegiatan ini.

Sesi penyampaian visi misi dibagi menjadi dua bagian untuk menyesuaikan dengan jadwal belajar siswa. Sesi pertama, dari pukul 07.00-09.00, melibatkan kelas 9 A-K dan 8 G-K. 

Sesi kedua, dari pukul 09.30-11.00, melibatkan kelas 7 A-K dan 8 A-F. Proses ini memberikan kesempatan kepada seluruh siswa untuk memahami visi dan misi calon ketua OSIS.

Rangkaian acara kedua, yakni proses pemilihan ketua OSIS, dilaksanakan pada tanggal 20 Januari 2024, dengan format semi-daring. Kegiatan ini dipimpin oleh Wakasek Kesiswaan, Ahmad Saepi, S.Pd. Dr. Arip  Budiman, M.Pd. dan Rahma Yunisa, S.Pd.

Dalam kegiatan ini, peserta didik hadir di sekolah sesuai jadwal yang ditentukan: kelas 7A-K dari pukul 17.00-18.00, kelas 8A-K dari pukul 08.30-09.30, dan kelas 9A-K dari pukul 10.00-11.00.

Proses pemilihan dimulai dengan pengisian format daftar hadir pemilih, diikuti oleh antrian duduk, antrian masuk ke bilik suara, pemindaian barcode menggunakan perangkat ponsel masing-masing, dan pemilihan calon yang diinginkan. 

Setelah selesai, peserta didik mencelupkan jari ke tinta yang telah disediakan sebagai tanda telah mengikuti proses pemilihan.

Selain menanamkan nilai-nilai demokrasi, proses pemilihan ini juga mengajarkan tanggung jawab kepada siswa. 

Hasil pemilihan kemudian diumumkan secara transparan, memastikan keberlanjutan dan akuntabilitas dalam kepemimpinan OSIS. 

Pemilihan ketua OSIS di SMP Negeri 1 Sumedang bukan hanya sekadar proses, tetapi juga sebuah peristiwa yang melibatkan seluruh komunitas sekolah dalam membentuk pemimpin masa depan yang berkualitas.






Rabu, 17 Januari 2024

Simulasi Mitigasi Gempa di SMPN 1 Sumedang: Meningkatkan Kesiapsiagaan dan Mengurangi Dampak Trauma



Dokumentasi SMP Negeri 1 Sumedang

SMPN 1 Sumedang - Gempa yang melanda Kabupaten Sumedang pada tanggal 30 Desember 2023 telah menimbulkan kerusakan serius pada sejumlah bangunan sekolah, termasuk SMPN 1 Sumedang. 

Dari total 33 ruangan kelas yang dimiliki, 13 di antaranya rusak dan tidak dapat digunakan. Sebagai konsekuensinya, pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) harus dijalankan dengan menggunakan sistem double shift, yaitu shift pagi dan shift siang. 

Dampak gempa ini tidak hanya merugikan infrastruktur sekolah, tetapi juga menimbulkan trauma psikologis pada peserta didik dan para guru. Sebagai pendidik di lembaga pendidikan tersebut, saya pun merasakan dampak signifikan dari bencana tersebut.

Berbagai sumber informasi menunjukkan bahwa sekitar 66 sekolah di Sumedang mengalami kerusakan karena gempa, termasuk 13 SMA/SMK, 5 SMP, 27 SD, dan 17 TK. 

Hal ini telah memaksa pelaksanaan proses pembelajaran dilakukan secara bergantian di sekolah-sekolah yang terkena dampak bencana alam. Situasi ini mencerminkan dampak serius yang terjadi di sektor pendidikan di wilayah tersebut.

Selain kerusakan fisik, dampak psikologis dari bencana alam, seperti gempa bumi, juga menjadi aspek yang tak boleh diabaikan. 

Diperlukan upaya memberikan dukungan psikologis kepada peserta didik dan staf pengajar yang terdampak. 

Perencanaan dan penyesuaian dalam pelaksanaan KBM juga menjadi keharusan untuk memastikan kelancaran proses pembelajaran di tengah kondisi darurat seperti ini.

Sebagai seorang guru, tanggung jawab untuk memberikan dukungan dan semangat kepada siswa yang terkena dampak bencana menjadi semakin penting. 

Prioritas utama adalah memastikan keselamatan dan kesejahteraan mereka. Selain memberikan bimbingan dalam pembelajaran, guru juga diharapkan dapat berperan sebagai pendukung emosional dalam mengatasi dampak psikologis yang mungkin dialami oleh siswa.

Dalam kondisi darurat seperti ini, kolaborasi dan kerjasama antar guru, siswa, dan pihak sekolah menjadi krusial untuk memastikan proses pembelajaran berjalan seefisien mungkin. 

Dukungan psikologis yang diberikan oleh guru dan lembaga sekolah dapat membantu memulihkan semangat dan kesejahteraan seluruh komunitas pendidikan di Kabupaten Sumedang.

Pada hari Kamis 18 Januari 2024, SMPN 1 Sumedang bersama Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang dan Sky Volunteer Bandung menjalankan simulasi mitigasi gempa. 

Kegiatan ini terbagi dalam dua tahap, yaitu shift pagi dan shift siang, bertujuan untuk memulihkan efek traumatis pasca gempa, memberikan pemahaman tentang gempa, dan memberikan pengetahuan tentang tindakan mitigasi gempa kepada peserta didik.

Simulasi ini menjadi langkah penting dalam persiapan peserta didik dan guru agar tidak panik dan dapat menyelamatkan diri dengan tenang saat terjadi gempa. 

Selain itu, kegiatan ini merupakan bagian dari pemulihan trauma pasca gempa baik untuk siswa maupun guru. 

Dengan melibatkan dua shift, seluruh peserta didik dapat mendapatkan pemahaman yang utuh tentang gempa, khususnya di Kabupaten Sumedang, serta pengetahuan yang memadai tentang tindakan yang harus dilakukan saat gempa terjadi kembali di masa depan.

Simulasi mitigasi gempa di SMPN 1 Sumedang menjadi langkah proaktif untuk meningkatkan kesiapsiagaan terhadap bencana gempa bumi dan mengurangi dampak kerusakan serta trauma yang ditimbulkan. 

Melibatkan peserta didik dalam aksi preventif semacam ini dianggap sangat penting, mengingat gempa dapat terjadi di mana saja dan kapan saja.

Program ini mencakup aspek penting dalam upaya peningkatan kesiapsiagaan terhadap bencana gempa. Pertama-tama, simulasi bertujuan untuk meredakan trauma yang mungkin dialami oleh peserta didik dan guru setelah mengalami gempa. 

Pengalaman traumatis semacam itu bisa berdampak jangka panjang terhadap psikologis individu. Dengan melibatkan mereka dalam simulasi, diharapkan peserta didik dapat menghadapi gempa dengan kepala dingin dan tindakan yang tepat.

Selain itu, kegiatan ini juga mendukung pemahaman lebih lanjut tentang gempa, terutama dalam konteks geografis Kabupaten Sumedang. 

Peserta didik dapat memahami karakteristik gempa di daerah mereka, meningkatkan pengetahuan mereka tentang ancaman gempa bumi, serta memahami pentingnya kesiapsiagaan. 

Informasi ini dapat memberikan landasan bagi upaya mitigasi yang lebih baik di masa depan.

Simulasi juga memberikan kesempatan bagi peserta didik untuk mengasah keterampilan bertahan hidup dan membiasakan diri dengan prosedur evakuasi. 

Dengan simulasi ini, mereka dapat belajar bagaimana mengamankan diri dan teman-teman sekelasnya dengan cepat dan efektif. Hal ini melibatkan pemahaman terhadap struktur gedung dan tempat evakuasi yang aman.

Partisipasi Sky Volunteer Bandung dalam kegiatan ini juga memberikan nilai tambah. Keahlian mereka dalam bidang mitigasi bencana dan penanganan darurat memberikan wawasan yang berharga kepada peserta didik dan guru. 

Kerjasama dengan organisasi yang berkompeten dalam bidang ini menambah dimensi keilmuan dalam simulasi.

Dengan adanya simulasi mitigasi gempa, SMPN 1 Sumedang memberikan kontribusi positif terhadap kesadaran bencana di kalangan peserta didiknya. 

Di samping itu, kegiatan ini menjadi contoh inspiratif bagi sekolah lain dalam menghadapi ancaman bencana alam. 

Pendidikan kesiapsiagaan bencana seharusnya menjadi bagian integral dari kurikulum sekolah, dan langkah yang diambil oleh SMPN 1 Sumedang merupakan contoh yang patut diikuti.

Simulasi mitigasi gempa di SMPN 1 Sumedang tidak hanya berfokus pada tindakan preventif fisik, tetapi juga pada pemulihan dan pemahaman menyeluruh tentang gempa. 

Inisiatif ini diharapkan dapat memberikan dampak positif dalam meningkatkan kesiapsiagaan sekolah terhadap gempa dan mengurangi dampak traumatis yang mungkin timbul. 







KUMPULAN CHORD LAGU HITS

KUMPULAN CHORD LAGU HITS HINDIA BAND Lagu Everything You Are =  Lagu ,   Karaoke ,  Chord   Lagu Cincin =  Lagu ,  Karaoke  ,  Chord   Lagu ...

Postingan Populer