Minggu, 19 November 2023

Sosialisasi Perda No. 17 tahun 2014 dari Satpol PP Mengenai Denda Tembakau/Rokok di SMP Negeri 1 Sumedang

 

Sosialisasi Perda No. 17 tahun 2014 dari Satpol PP Mengenai Denda Tembakau/Rokok di SMP Negeri 1 Sumedang

Dokumentasi Humas SMPN 1 Sumedang

Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2028 memberikan mandat kepada Satpol PP untuk menegakkan peraturan daerah dan Peraturan Kepala Daerah, menjaga ketertiban umum dan ketentraman, serta memberikan perlindungan kepada masyarakat. Dalam rangka melaksanakan tugas tersebut, Satpol PP Kabupaten Sumedang turut serta dalam memahamkan Perda No. 17 Tahun 2014 kepada masyarakat, khususnya di lingkungan pendidikan.

Pada hari Senin, 20 November 2023, setelah pelaksanaan upacara bendera, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sumedang melaksanakan kegiatan sosialisasi kepada warga SMP Negeri 1 Sumedang terkait Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Sumedang No. 17 Tahun 2014.

Perda ini secara khusus membahas mengenai kawasan tanpa rokok, sebagai upaya penegakkan hukum dan pengelolaan dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT).

Dokumentasi Humas SMPN 1 Sumedang

Upacara bendera di lapangan upacara SMP Negeri 1 Sumedang menjadi momen awal pelaksanaan kegiatan. Setelah upacara tersebut, dilaksanakanlah sosialisasi yang dipandu oleh narasumber yang kompeten di bidangnya. Narasumber yang ditugaskan ke SMP Negeri Sumedang meliputi Ema Salmiah, S.E., Agung Aji Saputro, A.Md., dan Iwan Suhendar.

Dalam penyampaian materi sosialisasi, para narasumber menjelaskan isi dari Perda No. 17 Tahun 2014. Salah satu poin utama yang disampaikan adalah penentuan tempat-tempat sebagai kawasan tanpa rokok. Kawasan ini mencakup berbagai fasilitas dan tempat penting, antara lain:

a. Fasilitas Pelayanan Kesehatan;

b. Tempat Belajar Mengajar;

c. Tempat Anak Bermain;

d. Tempat Ibadah;

e. Angkutan Umum;

f. Tempat Kerja;

g. Tempat Umum; dan

h. Tempat Lain.

Pasal 4 Perda tersebut secara spesifik menentukan bahwa Tempat Belajar Mengajar (Sekolah) termasuk dalam kawasan tanpa rokok. Definisi tempat belajar mengajar mencakup berbagai jenjang pendidikan, mulai dari perguruan tinggi, sekolah dasar, sekolah menengah pertama, sekolah menengah atas, hingga sekolah menengah kejuruan. Selain itu, juga termasuk dalam kategori ini adalah balai pendidikan dan pelatihan, balai latihan kerja, bimbingan belajar, tempat kursus, dan lingkungan sekolah tempat berlangsungnya kegiatan belajar mengajar baik yang bersifat kurikuler maupun ekstrakurikuler.

Penekanan pada kawasan tanpa rokok di lingkungan pendidikan memiliki tujuan utama untuk menciptakan lingkungan belajar yang sehat dan bebas dari dampak rokok. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam melindungi generasi muda dari bahaya rokok dan menciptakan pola hidup sehat sejak dini.

Ketentuan Pidana : Pasal 22 

(1) Setiap orang yang melanggar larangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 ayat (1) huruf a dipidana denda paling banyak Rp50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah). 

(2) Setiap orang yang melanggar larangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 ayat (1) huruf b, huruf c, huruf d dan huruf e dipidana denda paling banyak Rp1.000.000,00 (satu juta rupiah). 

(3) Setiap orang yang melanggar larangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 ayat (2) dipidana denda paling banyak Rp 5.000.000,00 (lima juta rupiah). 

(4) Tindak pidana sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dan ayat (2) adalah pelanggaran.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan para pelajar dan seluruh warga sekolah dapat lebih memahami serta mengimplementasikan Perda No. 17 Tahun 2014 dengan baik. Selain itu, upaya ini juga diarahkan untuk menciptakan kesadaran bersama akan pentingnya menjaga kesehatan dan lingkungan, serta mendukung kebijakan pemerintah dalam upaya pemberantasan rokok di lingkungan pendidikan.

Kamis, 16 November 2023

Penilaian Prestasi Kinerja Kepala Sekolah (PPKKS) di SMPN 1 Sumedang

 

Penilaian Prestasi Kinerja Kepala Sekolah (PPKKS) di SMPN 1 Sumedang




  Dokumentasi Humas SMPN 1 Sumedang

Penilaian Prestasi Kinerja Kepala Sekolah (PPKKS) di SMPN 1 Sumedang

Pada hari Jum’at, 17 November 2023, SMP Negeri 1 Sumedang menerima kunjungan tim penilai untuk kegiatan Penilaian Prestasi Kinerja Kepala Sekolah (PPKKS). Tim penilai terdiri dari dua orang, yaitu pengawas SMP Negeri 1 Sumedang, Asari, S.Pd. M.M.Pd. dan Yusep Hadianto, S.Pd. M.M. Kegiatan ini bertujuan untuk mengevaluasi prestasi kinerja kepala sekolah SMP Negeri 1 Sumedang, Drs. Edeng Sutarya, M.M.Pd.

Run Down Acara PPKKS

1.      Pra Acara

       06.30-07.00  : Penampilan Drum Band Gita Praja Madangan

2.      Acara Inti

a.       Tari sambutan Rengkak Ragem Wiraga Spensa

b.      Menyanyikan Lagu Indonesia Raya

c.       Teatrikal Kebangsaan berjudul ‘Merah Putih di Hati Sang Juara’ (OSIS/MPK dan Pramuka)

d.      Menyanyikan Hymne Spensa

e.       Deville Peserta Didik Berprestasi/Kejuaraan dan Guru

       Urutan Deville:

1. Peserta didik  berprestasi/Kejuaraan: Gebyar PAI, O2SN, FLS2N, FLS, FTBI, Juara Akademik dan Non Akademik (Kejuaraan ekskul di luar pemerintah).

2. Ekskul: Rohis, PMR, KIR, English Club, Sepak Bola, Futsal, Voli, Basket, Boxer, Karate, Silat, Sepeda.

f.        Tari Tampilan Rahyang Mandala Jati

g.      Unjuk Kabisa Ekstrakurikuler

3.      Acara Penutup

a. Penampilan GSMS

b. Penampilan Band Spensa

4.      Team Penilai Memasuki Ruangan Administrasi yang dipusatkan di kelas VII-B dan VII-C untuk melakukan pengecekan administrasi dan menilai berkas-berkas kelengkapan administrasi

Penilaian Prestasi Kinerja Kepala Sekolah

Penilaian Prestasi Kinerja Kepala Sekolah (PPKKS) merupakan kegiatan evaluasi yang diadakan setiap tahun untuk memantau hasil kerja kepala sekolah. Peraturan Bupati Sumedang Nomor 76 Tahun 2010 juga menegaskan bahwa penilaian kinerja kepala sekolah dilakukan secara berkala setiap tahun. Dengan adanya kegiatan PPKKS, diharapkan dapat memberikan gambaran yang jelas mengenai kinerja kepala sekolah dan membantu dalam meningkatkan kualitas pendidikan di SMP Negeri 1 Sumedang.

Senin, 06 November 2023

Sosialisasi dan Edukasi Gerakan Infaq, Program BAZNAS Goes to School di SMPN 1 Sumedang

 

Sosialisasi dan Edukasi Gerakan Infaq, Program BAZNAS Goes to School di SMPN 1 Sumedang

Dokumentasi humas SMP Negeri 1 Sumedang

Pada tanggal 7 November 2023, SMP Negeri 1 Sumedang menyambut dengan hangat tamu istimewa dari BAZNAS Sumedang dalam acara "Sosialisasi dan Edukasi Gerakan Infaq, Program BAZNAS Goes to School."

Acara ini adalah langkah penting dalam memperkenalkan Gerakan Infaq dan program BAZNAS Goes to School yang bermanfaat. Peserta dalam acara ini termasuk Kepala Sekolah, Ketua MKKS, dan petugas.

Acara sosialisasi ini dipandu oleh sejumlah narasumber berpengalaman dari BAZNAS Kabupaten Sumedang, seperti H. Ayi Subhan Hafas, Rahwan Sanusi, Asri Agustina, Edi Sofyan, dan Rukman. Mereka akan berbagi pengetahuan dan pengalaman mereka kepada peserta acara, memberikan wawasan yang berharga tentang program BAZNAS Goes to School dan Gerakan Infaq.

Kegiatan ini melibatkan 21 sekolah yang terletak di Rayon 2 Kabupaten Sumedang. Sekolah-sekolah tersebut diantaranya:

1.       SMP Negeri 1 Sumedang

2.       SMP Negeri 2 Sumedang

3.       SMP Negeri 3 Sumedang

4.       SMP Negeri 4 Sumedang

5.       SMP Negeri 5 Sumedang

6.       SMP Negeri 6 Sumedang

7.       SMP Negeri 7 Sumedang

8.       SMP Negeri 8 Sumedang

9.       SMP Negeri 9 Sumedang

10.   SMP Negeri 10 Sumedang

11.   SMP Negeri 1 Ganeas

12.   SMP Negeri 2 Ganeas

13.   SMP Negeri 1 Rancakalong

14.   SMP Negeri 2 Rancakalong

15.   SMP Negeri 3 Rancakalong

16.   SMP NU Sumedang

17.   SMP 11 April Sumedang

18.   SMP YPSA Sumedang

19.   SMP Al Furqon

20.   SMP Assyariatul Uum

21.   SMP Pembaharu Muda

Acara ini diawali dengan pembukaan oleh MC, diikuti oleh sambutan dari Ketua MKKS Kabupaten Sumedang, Drs. Edeng Sutarya, M.M.Pd. Dalam sambutannya, Drs. Edeng Sutarya menyambut baik kegiatan ini dan memberikan dukungan penuh untuk kelancaran acara ini. Selanjutnya, H. Ayi Subhan Hafas, SH.,MM., selaku Kepala BAZNAS Kabupaten Sumedang, memberikan sambutan dan menyampaikan materi sosialisasi tentang program BAZNAS Goes to School dan Gerakan Infaq.

Acara ini adalah langkah awal yang penting dalam mengenalkan generasi muda kepada nilai-nilai sosial dan kepedulian sosial melalui Gerakan Infaq. Semoga acara ini dapat memberikan wawasan dan inspirasi kepada peserta untuk berperan aktif dalam membantu sesama dan menjadi agen perubahan yang positif dalam masyarakat.

Kamis, 02 November 2023

“Sekolahku Rindang, Hatiku Riang” Tema Kegiatan Sehari Belajar di Luar Kelas di SMP Negeri 1 Sumedang

 

“Sekolahku Rindang, Hatiku Riang” Tema Kegiatan Sehari Belajar di Luar Kelas di SMP Negeri 1 Sumedang

 

Dokumentasi Humas SMPN 1 Sumedang

Pada hari Kamis, 2 November 2023, SMP Negeri 1 Sumedang mengadakan acara istimewa, yaitu "Sehari Belajar di Luar Kelas," dalam rangka memperingati Hari Anak Internasional. Acara ini juga sejalan dengan program Sekolah Ramah Anak yang telah menjadi bagian integral dari SMP Negeri 1 Sumedang. Dengan tema "Sekolahku Rindang, Hatiku Riang," Pihak sekolah mengundang seluruh siswa, guru, dan staf sekolah untuk merayakan momen ini secara bersama-sama.

Acara ini diawali dengan kegiatan menyambut siswa di gerbang sekolah oleh guru-guru dengan ramah dan penuh semangat. Selanjutnya, kegiatan mengaji bersama yang dipandu oleh guru Pendidikan Agama Islam (PAI), yaitu Tuti Mustikawati, S.Ag. Ini adalah momen yang sangat sakral, di mana peserta didik dengan khusyu mengaji kitab suci Al-Qur’an bagi umat Islam dan Al-Kitab bagi umat non-Islam.

Setelah kegiatan mengaji, acara dilanjutkan dengan sarapan bersama di lapangan sekolah. Kegiatan ini bukan hanya tentang makanan, tapi juga tentang membangun interaksi sosial antara siswa dan guru. Kemudian, kita semua bergabung dalam sesi senam simpati dan senam P5 yang dipimpin oleh guru olahraga di SMP Negeri 1 Sumedang: Ahmad Saepi, S.Pd, Siti Maryam, S.Pd, Taufik, S.Pd, Nur Sariat Fatmah, S.Pd, dan Dihad Rahadi, S.Pd. Senam ini mengisi udara dengan semangat dan energi positif.

Sehari Belajar di Luar Kelas ini juga dipandu oleh dua pembawa acara yang penuh semangat, yaitu Dr. Arip Budiman, M.Pd. dan Listiana, S.Pd. Mereka membantu menjaga semangat dan koordinasi peserta didik selama acara berlangsung.

Kemudian, kepala sekolah, Drs. Edeng Sutarya, M.M.Pd., membuka acara dengan sambutan yang penuh motivasi. Dalam sambutannya, beliau menjelaskan tentang organisasi yang secara legal bisa diikuti oleh peserta didik di lingkungan sekolah adalah OSIS.

Beliau juga menekankan tentang pentingnya saling menghargai sesama, saling menyayangi, dan bangga menjadi  peserta didik di SMPN 1 Sumedang. Drs. Edeng Sutarya, M.M.Pd. juga membahas tentang tema kegiatan hari ini, yakni: Sekolahku Rindang, Hatiku Riang. Sejalan dengan program pemerintah kabupaten Sumedang, yaitu Teras Hijau. Sekolah akan menginisiasi penanaman pohon pucuk merah untuk menjadikan SMP Negeri 1 Sumedang sebagai sekolah yang hijau dan rindang.

Selanjutnya, Kepala Sekolah melantik Tim Penanggulangan dan Pencegahan Tindak Kekerasan (TPPK) yang akan bertugas selama masa kerja 2023/2024. Mereka adalah pahlawan tanpa tanda jasa dalam menjaga keamanan dan kenyamanan siswa di sekolah. Berikut adalah susunan TPPK SMPN 1 Sumedang: Ahmad Saepi, S.Pd. Riki Sumda, S.Pd. Adi Bakti Raindi, S.Pd. Dr. Arip Budiman, M.Pd, Indra Lesmana, S.Pd. Rahma Yunisa, S.Pd. Aan Komaenah, S.Pd. Dede Nurhaliza, S.Pd. dan Ketua Komite Yayan Yunari, S.AP.

Drs. Edeng Sutarya, M.M.Pd. juga membacakan ikrar sekolah ramah anak yang kemudian diucap ulang oleh seluruh peserta didik. Moment ini sangat berarti, karena menegaskan komitmen sekolah untuk menciptakan lingkungan yang aman dan ramah bagi peserta didik.

Setelah itu, acara dilanjutkan dengan tepuk sekolah ramah anak, yel-yel sekolah ramah anak, dan lagu tanggap bencana dipandu oleh Nur Sariat Fatmah, S.Pd. Semua kegiatan ini adalah upaya untuk mengingatkan semua warga sekolah tentang pentingnya kebersamaan, keselamatan, dan tanggung jawab terhadap keselamatan dan keamanan peserta didik saat berada di lingkungan sekolah.

Rizky Adlan Waafy memimpin pembacaan doa dengan khusyuk. Suaranya yang merdu dan tenang membuat para hadirin terlarut dalam keikhlasan. Doa yang dibacakan pun penuh dengan pengharapan dan permohonan kepada Allah SWT.

Pukul 09.00 hingga 11.00 adalah waktu yang sangat dinanti-nanti oleh peserta didik. Mereka terlibat dalam game character building yang dipandu oleh Tuti Yuliawati Wachyar, M.Pd, dan Rahma Yunisa, S.Pd. Game ini tidak hanya sekadar permainan, tetapi juga pembentukan karakter yang sangat berarti. Dalam game ini, siswa memahami pentingnya kerja sama, kekompakan, tanggung jawab, dan kebersamaan.

Salah satu permainan adalah "Don't Drop the Ball Challenge," yang dimainkan oleh 5 orang. Mereka harus menjaga bola agar tidak jatuh selama estafet. Ini mengajarkan mereka tentang kerja tim dan konsentrasi.

Selanjutnya, ada "Cup Pyramid Challenge" yang dimainkan oleh 4 orang. Mereka harus menyusun piramida dari cangkir dalam waktu singkat dengan tangan terikat. Ini menguji kecepatan, kreativitas, dan koordinasi.

Terakhir, "Sergap Tongkat" dilakukan oleh 7 peserta didik. Mereka harus menjaga jarak dan memutar tongkat dengan hati-hati. Ini adalah tantangan keterampilan dan ketelitian yang mengajarkan tentang disiplin dan ketabahan.

Kegiatan selanjutnya adalah penanaman Tanaman Hias dalam Pot (Tahalapot). Pada kesempatan ini, pihak sekolah memilih untuk menanam pohon pucuk merah. Opsi mengenai pohon pucuk merah ini bukan tanpa alasan, namun memiliki makna yang mendalam. Karena, pucuk merah mampu menyerap karbon dioksida (CO2) lebih efisien dibandingkan dengan tanaman lain. Hal ini merupakan salah satu kontribusi dan komitmen sekolah dalam menjaga lingkungan.

Selain itu, secara filosofis pohon pucuk merah memberikan inspirasi dan motivasi yang kuat kepada peserta didik dalam menggapai cita-cita. Dengan banyaknya pucuk berwarna merah yang tumbuh, ini adalah simbol keberhasilan dan pertumbuhan.

Penanaman pohon pucuk merah pertama kali dilakukan oleh kepala sekolah, perwakilan guru, dan perwakilan siswa. Kegiatan ini merupakan awal dari serangkaian proses penanaman yang akan dilakukan oleh seluruh kelas pada akhir bulan November 2023.

Acara ini berakhir pada pukul 11.30 - 12.00 dengan kegiatan Berseka (Bersihkan Sekitar Kelas dan Sekolah). Kegiatan ini adalah upaya untuk menjaga kebersihan lingkungan sekolah dan mengajarkan siswa tentang tanggung jawab mereka terhadap lingkungan.

Sehari Belajar di Luar Kelas ini adalah momen yang sangat berharga bagi seluruh warga di SMP Negeri 1 Sumedang. Ini adalah bukti komitmen sekolah untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, ramah, dan penuh inspirasi.

Semua kegiatan yang dilakukan hari ini mengajarkan kepada siswa tentang nilai-nilai penting seperti kerja sama, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap lingkungan. Semoga kegiatan ini menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain untuk mengadopsi pendekatan yang sama dalam mendidik generasi muda.

“Spensa Sakola Jawara, Sang Juara!”

SMP Negeri 1 Sumedang kembali menunjukkan konsistensinya sebagai sekolah berprestasi. Setiap hari Senin, jargon “Spensa Sakola Jawara, Sang ...

Postingan Populer