BELAJAR MENGEKSPRESIKAN
EMOSI DENGAN BAIK
Banyak orang kesulitan
mengekspresikan emosi mereka secara positif. Ada beberapa orang yang
mengungkapkan perasaan mereka dengan marah-marah dan mengkonfrontasi orang yang
membuat mereka kesal, sementara beberapa lainnya memilih untuk memendam
perasaan mereka. Padahal, ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk ekspresi
emosi. Menurut para peneliti di University of Illinois, bagaimana kamu
memproses dan mengekspresikan emosi bisa mengurangi atau meningkatkan
kecemasan. Studi tersebut menemukan bahwa mereka yang menekan perasaan mereka
atau menghindari untuk mengungkapkan perasaan mereka cenderung memiliki lebih
banyak kecemasan sosial dan kecemasan secara umum daripada mereka yang menilai
kembali situasi mereka dan berfokus pada hal positif. Studi yang serupa lainnya
juga menemukan bahwa menekan emosi bisa meningkatkan stres dan memicu
terjadinya penyakit fisik, seperti hipertensi dan penyakit kardiovaskular.
Sekarang, kita harus belajar mengekspresikan emosi kita dengan mempertimbangkan orang lain, dan empati adalah kunci untuk ini. Untungnya, kecerdasan emosional dapat dipelajari. Menjadi cerdas secara emosional membawa banyak keuntungan ketika berhadapan dengan berbagai situasi kehidupan sehari-hari.

Kalian pernah tidak
merasa overthinking ketika malam hari? Sehingga mengalami gangguan tidur?
Ketidak bebasan itu
kemungkinan besar terjadi karena kalian belum bisa mengekspresikan emosi yang
sedang dihadapi.
Kalian pernah tidak melukai diri sendiri?
Itu
juga sama, kalian tidak menemukan kedamaian karena belum bisa mengekspresikan
emosi yang di rasakan.
Oleh
karena itu, kamu dianjurkan untuk tidak memendam perasaan, melainkan
mengungkapkannya dengan cara yang positif. Berikut cara yang bisa membantu kamu
melakukannya:
1. Carilah
Teman Bicara (bestie/sahabat yang bisa kamu percaya)
Membicarakan
perasaan secara terbuka baik dengan teman, kerabat atau terapis, bisa membantu
kamu menempatkannya dalam perspektif. Ketika kamu sedang sangat marah, misalnya,
meluapkan perasaan tersebut seringkali menjadi cara yang efektif untuk membuat
emosi tersebut berkurang. Ekspresi emosi bisa meredakan hal-hal negatif dan
memungkinkan kamu untuk menilai situasi dari sudut pandang yang lebih tenang.
Mencari teman bicara juga bisa membantu
kamu mengidentifikasi emosi. Saat kamu sedang stres, kadang-kadang sulit untuk
menentukan apakah kamu sebenarnya marah atau khawatir, mudah tersinggung atau
cemas. Kamu juga perlu mencari tahu apakah perasaan kamu tersebut tepat atau
apakah intensitas emosi cocok dengan situasi yang dialami. Nah, berbicara
dengan orang terdekat dan bisa dipercaya bisa membantu mengatasi perasaan
tersebut dan belajar tentang diri sendiri.
2. Belajar
Bersyukur
Bersyukur
membantu mengurangi stres dan risiko penyakit fisik. Menurut sebuah penelitian
pada tahun 2015 oleh Paul J. Mils, lebih banyak bersyukur dikaitkan dengan
suasana hati yang lebih baik, tidur yang lebih baik, dan lebih sedikit
kelelahan, serta kadar penanda inflamasi terkait kesehatan jantung yang lebih
rendah. Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk mempraktikkan bersyukur
sebagai ekspresi emosi dalam kehidupan sehari-hari, yaitu:
- Tuliskan tiga hal yang bisa disyukuri setiap hari untuk membantu kamu fokus pada hal positif dalam hidup. Kamu bisa meluangkan waktu beberapa menit setiap hari untuk merenungkan apa yang berharga dalam hidupmu.
- Dikelilingi teman-teman yang positif. Temukan teman-teman yang bisa memberi dampak positif setiap hari untuk membantu kamu tetap termotivasi.
- Buat ritual bersyukur. Misalnya, kamu bisa mengucapkan syukur sebelum makan atau mengucapkan doa terima kasih setiap pagi ketika bangun tidur atau di malam hari sebelum tidur. Kamu juga bisa memberi tahu sahabat bahwa kamu berterima kasih atas persahabatan, dukungan atau sesuatu yang spesifik yang mereka berikan. Luangkan waktu untuk berterima kasih pada orang terdekat secara langsung atau tertulis sebagai wujud ekspresi emosi yang positif.
3. Menulis
Diary
Menulis Diary adalah salah satu cara yang
bisa dilakukan untuk mencurahkan pikiran dan perasaan, sehingga kamu bisa
memahaminya dengan lebih jelas. Cara ekspresi emosi ini bisa mengurangi stres
dan membantu mengelola kecemasan. Dengan menulis jurnal, kamu bisa menuliskan
apa yang kamu rasakan dan apa yang mungkin memicu kecemasan untuk mencari tahu
penyebab stres dengan lebih baik dan membuat rencana untuk menyelesaikan
situasi atau mengatasinya dengan lebih positif. Cara ini membantu untuk
menyadari gejala kecemasan untuk mengelolanya dengan lebih baik.
4. Bicarakan
baik-baik tanpa menuntut orang lain untuk peka
Tindakan silent treatment/membiarkan orang lain merasa bersalah seperti ini akan menyebabkan pelaku tidak memiliki keinginan untuk mengatasi masalah dan menyelesaikan konflik secara tepat. Karena dirinya hanya ingin didengarkan dan lebih mengutamakan ego daripada kepentingan bersama.
Segala
sesuatu dapat disampaikan dan dapat dikomunikasikan dengan baik. Jika kita
ingin dimengerti orag lain, coba lah untuk mengerti kondisi orang lain.
Perasaan
marah dan kecewa pada dasarnya adalah hal yang wajar dirasakan oleh siapapun.
Sehingga meskipun terkesan tak baik, marah dan kecewa adalah bagian dari proses
yang sebaiknya dialami juga oleh tubuh. Emosi negatif yang dikeluarkan nyatanya
bisa membuat lebih “peka” terhadap satu situasi tertentu dan dapat meningkatkan
kemampuan kognitif otak. Yuk, cari tahu apa saja manfaat mengekspresikan emosi!
·
Berpikir Lebih Tajam.
Meluapkan amarah ternyata bisa mengasah
otak lebih tajam dalam berpikir. Dan dalam jangka panjang, hal tersebut bisa membuat seseorang lebih baik
dalam menghadapi masalah serta mengambil keputusan. Setelah meluapkan
kemarahan, kamu mungkin akan merasa tidak enak hati. Namun tak perlu khawatir,
justru proses inilah yang dibutuhkan otak. Setelah tenang dan meluapkan segala
emosi negatif, otak akan mulai mengulang apa saja yang terjadi dan mencernanya
sebagai landasan untuk mengambil sebuah keputusan saat harus menghadapi situasi
yang sama.
·
Mempererat Hubungan
Bagaimana
bisa marah-marah malah membuat hubungan menjadi kuat? Bukan malah membuat
renggang dan teman-teman menjauh?
Jangan
salah duga, jika kamu memang marah untuk satu hal yang benar, orang sekitar
pasti akan mengerti dan mungkin setuju. Selain itu, dengan marah kamu sudah
menunjukkan diri yang sebenarnya, hal itu adalah proses paling penting dalam
menjalin sebuah hubungan, termasuk pertemanan. Namun jangan berlebihan ya kalau
enggak mau dijauhi sama teman-teman, bahkan pasangan hingga keluarga.
·
Mengenali Diri Sendiri
Selain
baik untuk pergaulan, meluapkan emosi juga bisa membantu kamu dalam mengenali
diri, lho. Sebab saat marah, biasanya seseorang akan mengeluarkan hal-hal yang
sebelumnya enggan disampaikan.
Hal
itu nyatanya bisa menjadi satu refleksi dan membuat kamu lebih tahu apa saja
hal yang disukai dan tidak disukai. Namun kembali lagi, tetap perlu batasan dan
tidak sembarangan dalam meluapkan amarah.
·
Lebih Bahagia
Selain
manfaat di atas, meluapkan amarah ternyata juga bisa membuat seseorang menjadi
lebih bahagia. Hal ini lagi-lagi terjadi karena adanya peran dari hormon
tertentu. Salah satunya adalah hormon “bahagia” yang muncul setelah seseorang
merasa tenang sehabis marah.
Selain
itu, memendam amarah hanya akan menjadi “bom waktu” yang bisa meledak kapan
saja. Terbiasa menyampaikan hal-hal yang tak disuka dengan cara marah nyatanya
bisa membuat hubungan sosial lebih bahagia dan tenang.
·
Bebas Penyakit
Menahan
amarah bisa menyebabkan rasa sakit di bagian kepala. Bahkan pada beberapa
kasus, kondisi menahan emosi malah bisa membuat penyakit lain seperti masalah
pencernaan, hingga insomnia. Semua hal itu tentu bisa dihindari dengan cara
meluapkan apa yang memang harus disampaikan.
Namun,
kembali lagi, meski memiliki manfaat, meluapkan emosi dengan cara marah tetap
harus dibatasi. Selain membuat lebih cepat tua, sering marah-marah juga bisa
memicu dampak lain bagi tubuh maupun hubungan sosial.
Referensi:
Halodoc,
Redaksi. (2018). 5 Manfaat Meluapkan Amarah. [online]. Diakses dari: https://www.halodoc.com/artikel/5-manfaat-meluapkan-amarah
Makarin,
Fadhli. (2021). Ketahui 3 Cara Mengekspresikan Emosi secara Positif. [online].
Diakses dari: https://www.halodoc.com/artikel/ketahui-3-cara-mengekspresikan-emosi-secara-positif
Yes
Therapy Helps. (2022). Pentingnya mengekspresikan emosi, dalam 7 kunci. [online].
Diakses dari: https://id.yestherapyhelps.com/the-importance-of-expressing-emotions-in-7-keys-13458

Tidak ada komentar:
Posting Komentar