Rabu, 06 September 2023

BELAJAR MENGEKSPRESIKAN EMOSI DENGAN BAIK

 

BELAJAR MENGEKSPRESIKAN EMOSI DENGAN BAIK

Banyak orang kesulitan mengekspresikan emosi mereka secara positif. Ada beberapa orang yang mengungkapkan perasaan mereka dengan marah-marah dan mengkonfrontasi orang yang membuat mereka kesal, sementara beberapa lainnya memilih untuk memendam perasaan mereka. Padahal, ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk ekspresi emosi. Menurut para peneliti di University of Illinois, bagaimana kamu memproses dan mengekspresikan emosi bisa mengurangi atau meningkatkan kecemasan. Studi tersebut menemukan bahwa mereka yang menekan perasaan mereka atau menghindari untuk mengungkapkan perasaan mereka cenderung memiliki lebih banyak kecemasan sosial dan kecemasan secara umum daripada mereka yang menilai kembali situasi mereka dan berfokus pada hal positif. Studi yang serupa lainnya juga menemukan bahwa menekan emosi bisa meningkatkan stres dan memicu terjadinya penyakit fisik, seperti hipertensi dan penyakit kardiovaskular.

Sekarang, kita harus belajar mengekspresikan emosi kita dengan mempertimbangkan orang lain, dan empati adalah kunci untuk ini. Untungnya, kecerdasan emosional dapat dipelajari. Menjadi cerdas secara emosional membawa banyak keuntungan ketika berhadapan dengan berbagai situasi kehidupan sehari-hari.


Kalian pernah tidak merasa overthinking ketika malam hari? Sehingga mengalami gangguan tidur?



Ketidak bebasan itu kemungkinan besar terjadi karena kalian belum bisa mengekspresikan emosi yang sedang dihadapi.


Kalian pernah tidak melukai diri sendiri?

Itu juga sama, kalian tidak menemukan kedamaian karena belum bisa mengekspresikan emosi yang di rasakan.

 

Oleh karena itu, kamu dianjurkan untuk tidak memendam perasaan, melainkan mengungkapkannya dengan cara yang positif. Berikut cara yang bisa membantu kamu melakukannya:

1.      Carilah Teman Bicara (bestie/sahabat yang bisa kamu percaya)

 Membicarakan perasaan secara terbuka baik dengan teman, kerabat atau terapis, bisa membantu kamu menempatkannya dalam perspektif. Ketika kamu sedang sangat marah, misalnya, meluapkan perasaan tersebut seringkali menjadi cara yang efektif untuk membuat emosi tersebut berkurang. Ekspresi emosi bisa meredakan hal-hal negatif dan memungkinkan kamu untuk menilai situasi dari sudut pandang yang lebih tenang.

Mencari teman bicara juga bisa membantu kamu mengidentifikasi emosi. Saat kamu sedang stres, kadang-kadang sulit untuk menentukan apakah kamu sebenarnya marah atau khawatir, mudah tersinggung atau cemas. Kamu juga perlu mencari tahu apakah perasaan kamu tersebut tepat atau apakah intensitas emosi cocok dengan situasi yang dialami. Nah, berbicara dengan orang terdekat dan bisa dipercaya bisa membantu mengatasi perasaan tersebut dan belajar tentang diri sendiri.

2.      Belajar Bersyukur

Bersyukur membantu mengurangi stres dan risiko penyakit fisik. Menurut sebuah penelitian pada tahun 2015 oleh Paul J. Mils, lebih banyak bersyukur dikaitkan dengan suasana hati yang lebih baik, tidur yang lebih baik, dan lebih sedikit kelelahan, serta kadar penanda inflamasi terkait kesehatan jantung yang lebih rendah. Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk mempraktikkan bersyukur sebagai ekspresi emosi dalam kehidupan sehari-hari, yaitu:

  • Tuliskan tiga hal yang bisa disyukuri setiap hari untuk membantu kamu fokus pada hal positif dalam hidup. Kamu bisa meluangkan waktu beberapa menit setiap hari untuk merenungkan apa yang berharga dalam hidupmu.
  • Dikelilingi teman-teman yang positif. Temukan teman-teman yang bisa memberi dampak positif setiap hari untuk membantu kamu tetap termotivasi.
  • Buat ritual bersyukur. Misalnya, kamu bisa mengucapkan syukur sebelum makan atau mengucapkan doa terima kasih setiap pagi ketika bangun tidur atau di malam hari sebelum tidur. Kamu juga bisa memberi tahu sahabat bahwa kamu berterima kasih atas persahabatan, dukungan atau sesuatu yang spesifik yang mereka berikan. Luangkan waktu untuk berterima kasih pada orang terdekat secara langsung atau tertulis sebagai wujud ekspresi emosi yang positif.

  

3.      Menulis Diary

Menulis Diary adalah salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mencurahkan pikiran dan perasaan, sehingga kamu bisa memahaminya dengan lebih jelas. Cara ekspresi emosi ini bisa mengurangi stres dan membantu mengelola kecemasan. Dengan menulis jurnal, kamu bisa menuliskan apa yang kamu rasakan dan apa yang mungkin memicu kecemasan untuk mencari tahu penyebab stres dengan lebih baik dan membuat rencana untuk menyelesaikan situasi atau mengatasinya dengan lebih positif. Cara ini membantu untuk menyadari gejala kecemasan untuk mengelolanya dengan lebih baik.

4.      Bicarakan baik-baik tanpa menuntut orang lain untuk peka

Tindakan silent treatment/membiarkan orang lain merasa bersalah seperti ini akan menyebabkan pelaku tidak memiliki keinginan untuk mengatasi masalah dan menyelesaikan konflik secara tepat. Karena dirinya hanya ingin didengarkan dan lebih mengutamakan ego daripada kepentingan bersama.

Segala sesuatu dapat disampaikan dan dapat dikomunikasikan dengan baik. Jika kita ingin dimengerti orag lain, coba lah untuk mengerti kondisi orang lain.

Perasaan marah dan kecewa pada dasarnya adalah hal yang wajar dirasakan oleh siapapun. Sehingga meskipun terkesan tak baik, marah dan kecewa adalah bagian dari proses yang sebaiknya dialami juga oleh tubuh. Emosi negatif yang dikeluarkan nyatanya bisa membuat lebih “peka” terhadap satu situasi tertentu dan dapat meningkatkan kemampuan kognitif otak. Yuk, cari tahu apa saja manfaat mengekspresikan emosi!

·         Berpikir Lebih Tajam.

Meluapkan amarah ternyata bisa mengasah otak lebih tajam dalam berpikir. Dan dalam jangka panjang, hal  tersebut bisa membuat seseorang lebih baik dalam menghadapi masalah serta mengambil keputusan. Setelah meluapkan kemarahan, kamu mungkin akan merasa tidak enak hati. Namun tak perlu khawatir, justru proses inilah yang dibutuhkan otak. Setelah tenang dan meluapkan segala emosi negatif, otak akan mulai mengulang apa saja yang terjadi dan mencernanya sebagai landasan untuk mengambil sebuah keputusan saat harus menghadapi situasi yang sama.

·         Mempererat Hubungan

Bagaimana bisa marah-marah malah membuat hubungan menjadi kuat? Bukan malah membuat renggang dan teman-teman menjauh?

Jangan salah duga, jika kamu memang marah untuk satu hal yang benar, orang sekitar pasti akan mengerti dan mungkin setuju. Selain itu, dengan marah kamu sudah menunjukkan diri yang sebenarnya, hal itu adalah proses paling penting dalam menjalin sebuah hubungan, termasuk pertemanan. Namun jangan berlebihan ya kalau enggak mau dijauhi sama teman-teman, bahkan pasangan hingga keluarga.

·         Mengenali Diri Sendiri

Selain baik untuk pergaulan, meluapkan emosi juga bisa membantu kamu dalam mengenali diri, lho. Sebab saat marah, biasanya seseorang akan mengeluarkan hal-hal yang sebelumnya enggan disampaikan.

Hal itu nyatanya bisa menjadi satu refleksi dan membuat kamu lebih tahu apa saja hal yang disukai dan tidak disukai. Namun kembali lagi, tetap perlu batasan dan tidak sembarangan dalam meluapkan amarah.

·         Lebih Bahagia

Selain manfaat di atas, meluapkan amarah ternyata juga bisa membuat seseorang menjadi lebih bahagia. Hal ini lagi-lagi terjadi karena adanya peran dari hormon tertentu. Salah satunya adalah hormon “bahagia” yang muncul setelah seseorang merasa tenang sehabis marah.

Selain itu, memendam amarah hanya akan menjadi “bom waktu” yang bisa meledak kapan saja. Terbiasa menyampaikan hal-hal yang tak disuka dengan cara marah nyatanya bisa membuat hubungan sosial lebih bahagia dan tenang.

·         Bebas Penyakit

Menahan amarah bisa menyebabkan rasa sakit di bagian kepala. Bahkan pada beberapa kasus, kondisi menahan emosi malah bisa membuat penyakit lain seperti masalah pencernaan, hingga insomnia. Semua hal itu tentu bisa dihindari dengan cara meluapkan apa yang memang harus disampaikan.

Namun, kembali lagi, meski memiliki manfaat, meluapkan emosi dengan cara marah tetap harus dibatasi. Selain membuat lebih cepat tua, sering marah-marah juga bisa memicu dampak lain bagi tubuh maupun hubungan sosial.

 

Referensi:

Halodoc, Redaksi. (2018). 5 Manfaat Meluapkan Amarah. [online]. Diakses dari: https://www.halodoc.com/artikel/5-manfaat-meluapkan-amarah

Makarin, Fadhli. (2021). Ketahui 3 Cara Mengekspresikan Emosi secara Positif. [online]. Diakses dari: https://www.halodoc.com/artikel/ketahui-3-cara-mengekspresikan-emosi-secara-positif

Yes Therapy Helps. (2022). Pentingnya mengekspresikan emosi, dalam 7 kunci. [online]. Diakses dari: https://id.yestherapyhelps.com/the-importance-of-expressing-emotions-in-7-keys-13458

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

“Spensa Sakola Jawara, Sang Juara!”

SMP Negeri 1 Sumedang kembali menunjukkan konsistensinya sebagai sekolah berprestasi. Setiap hari Senin, jargon “Spensa Sakola Jawara, Sang ...

Postingan Populer