Suara
Demokrasi dan Kecerdasan Bermedia Sosial: Kegiatan Inspiratif P5 di SMPN 1
Sumedang
Isur
Suryati, S.S.
Ilustrasi
hasil analisis conten video di media sosial
(Dok.Humas SMPN 1 Sumedang)
Pada minggu ke-7 dalam
rangkaian P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila), SMPN 1 Sumedang
kembali menggelar kegiatan yang menginspirasi. Kali ini, tema yang diangkat
adalah "Suara Demokrasi," dengan sub-tema yang sangat relevan, yaitu
"Cerdas dan Bijak dalam Bermedia Sosial." Kegiatan ini berlangsung
pada Sabtu, 9 September 2023.
Kegiatan P5 ini tidak
terlaksana dengan sendirinya. Di balik layar, Wakasek Kurikulum, Riki Sumda,
S.Pd., dan Tuti Y. Wachyar, S.Pd., M.Pd., bekerja keras untuk memastikan semuanya
berjalan lancar.
Tahap pertama adalah
persiapan. Wakasek kurikulum, Riki Sumda, S.Pd., dan Tuti Y. Wachyar
berkolaborasi dengan penuh semangat untuk menemukan ide inovatif yang sesuai
dengan tema "Suara Demokrasi" dan sub-tema "Cerdas dan Bijak
dalam Bermedia Sosial."
Ide inovatif yang terpilih
adalah mengubah materi menjadi pengalaman tontonan yang menginspirasi. Tahap
persiapan melibatkan pembuatan plifbook menggunakan alat desain Canva, diskusi
mendalam tentang pelaksanaan kegiatan, serta persiapan jurnal refleksi dan
lembar penilaian. Selain itu, mereka juga melakukan briefing di ruang guru
untuk menjelaskan rencana kegiatan P5 kepada para guru dan wali kelas.
Tahap kedua adalah
pelaksanaan. Setelah semua persiapan selesai, wali kelas dari kelas 7 dan 8
memahami urutan dan langkah-langkah yang harus diikuti. Mereka kemudian
bergegas ke kelas masing-masing untuk memulai kegiatan.
Pada awalnya, wali kelas
membagikan tautan plifbook melalui grup peserta didik di WhatsApp. Selanjutnya,
mereka melakukan elaborasi dengan bertanya kepada peserta didik tentang
pemahaman awal mereka mengenai media sosial serta menggali pengetahuan peserta
didik tentang topik tersebut. Setelah itu, dalam satu jam pertama, peserta
didik diminta untuk menjawab tiga pertanyaan pemahaman yang terkait dengan
materi dalam plifbook.
Setelah istirahat, pada pukul
10.00, peserta didik diberikan 6 barcode yang berisi tautan ke 3 konten video
yang tidak bermanfaat dan 3 konten video yang kurang atau tidak bermanfaat.
Setiap peserta didik melakukan pemindaian barcode dengan membuka Google,
mengaktifkan kamera atau Google Lens, dan memilih barcode yang ingin mereka
tonton secara acak.
Mereka harus menyelesaikan
tontonan dari keenam video tersebut. Setelah menonton, peserta didik melakukan
analisis konten dengan mencatat hal-hal positif dan negatif dari video
tersebut. Hasil analisis tersebut dituliskan dalam sticky note dan ditempelkan
pada barcode masing-masing yang telah ditempelkan di papan tulis.
Tahap ketiga adalah hasil.
Setelah seluruh barcode diisi dengan jawaban dari peserta didik, konten nomor
1, 3, dan 5 ditempelkan di dinding kelas sebagai bagian dari dokumentasi
kegiatan. Sementara konten nomor 2, 4, dan 6 diserahkan kepada tim Wakasek Kurikulum
untuk digunakan dalam gelar karya P5 di masa mendatang.
Kegiatan P5 pada minggu ke-7
ini memberikan pengalaman berharga kepada peserta didik SMPN 1 Sumedang dalam
memahami pentingnya menjadi cerdas dan bijak dalam bermedia sosial demi
mendukung suara demokrasi yang berkualitas.
Semua tahapan yang telah
dilakukan dengan cermat dan teliti oleh tim pengajar dan peserta didik membantu
menciptakan pemahaman yang lebih baik tentang peran media sosial dalam
masyarakat. Dengan demikian, P5 terus menjadi wahana pembelajaran yang bermanfaat
bagi generasi pelajar Pancasila.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar