Sumedang, 26 Agustus–1 September 2026 — SMP Negeri 1 Sumedang melaksanakan kegiatan Kokurikuler Sekolah Ramah Lingkungan yang telah terjadwal pada Rabu, 26 Agustus 2026 sampai dengan Selasa, 1 September 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya sekolah dalam membangun karakter peserta didik yang peduli terhadap kebersihan, kesehatan, dan kelestarian lingkungan melalui pembelajaran yang kontekstual dan bermakna.
Kegiatan kokurikuler ini mengangkat topik “Tubuh Bersih, Badan Sehat” dengan fokus pada pentingnya menjaga kebersihan diri dalam kehidupan sehari-hari. Materi tersebut disesuaikan dengan kehidupan peserta didik di lingkungan sekolah maupun di rumah, sehingga pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan secara langsung dalam kebiasaan sehari-hari.
Kebersihan diri merupakan salah satu hal penting dalam menjaga kesehatan. Peserta didik berinteraksi dengan banyak orang dan berada di lingkungan bersama setiap hari. Oleh karena itu, pemahaman mengenai kebersihan diri, cara penularan penyakit, serta upaya pencegahannya menjadi bagian penting dalam membentuk perilaku hidup bersih dan sehat.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan dirancang melalui beberapa tahapan, yaitu tahap pemahaman, tahap implementasi, dan tahap refleksi.
Tahap Pemahaman
Melalui kegiatan pembelajaran dan diskusi, peserta didik didorong untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis dalam mengidentifikasi permasalahan kebersihan dan kesehatan yang dapat ditemukan di lingkungan sekitar.
Tahap Implementasi
Setelah memperoleh pemahaman, peserta didik diarahkan untuk menerapkan pengetahuan tersebut dalam kehidupan nyata. Salah satu kegiatan utama adalah pengamatan terhadap cara penularan penyakit serta penerapan kebiasaan hidup bersih dan sehat melalui praktik mencuci tangan dengan benar.
Kegiatan praktik diharapkan tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga membentuk kebiasaan positif. Peserta didik dibiasakan untuk menjaga kebersihan tangan sebelum dan sesudah melakukan aktivitas tertentu, menjaga kebersihan lingkungan, serta memiliki kesadaran untuk mencegah penyebaran penyakit.
Selain praktik, peserta didik juga diarahkan untuk menyusun rencana perbaikan perilaku. Langkah ini bertujuan agar setiap peserta didik mampu mengenali kebiasaan yang perlu diperbaiki dan menentukan tindakan nyata yang dapat dilakukan secara konsisten.
Tahap Refleksi
Tahap terakhir adalah refleksi terhadap proses dan hasil kegiatan. Peserta didik diajak melihat kembali perubahan pengetahuan, sikap, dan kebiasaan yang telah dilakukan selama kegiatan kokurikuler.
Refleksi menjadi bagian penting agar peserta didik tidak berhenti pada kegiatan selama program berlangsung, tetapi mampu menjadikan perilaku hidup bersih dan sehat sebagai kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah.
Kegiatan Kokurikuler Sekolah Ramah Lingkungan ini juga mendukung pengembangan berbagai dimensi Profil Lulusan, khususnya penalaran kritis, kemandirian, kesehatan, dan kolaborasi. Peserta didik tidak hanya belajar memahami pentingnya kebersihan, tetapi juga belajar mengamati permasalahan, mengambil tindakan, bekerja sama, serta bertanggung jawab terhadap kesehatan diri dan lingkungan.
Melalui pelaksanaan kegiatan pada 26 Agustus hingga 1 September 2026, SMP Negeri 1 Sumedang berharap tumbuh budaya sekolah yang semakin bersih, sehat, dan ramah lingkungan. Kebiasaan sederhana seperti mencuci tangan, menjaga kebersihan diri, membuang sampah pada tempatnya, dan menjaga kebersihan lingkungan diharapkan menjadi bagian dari karakter peserta didik.
Sekolah Ramah Lingkungan bukan hanya tentang lingkungan yang bersih, tetapi juga tentang membangun warga sekolah yang memiliki kesadaran, tanggung jawab, dan kebiasaan hidup sehat. Dengan demikian, kegiatan kokurikuler ini diharapkan dapat memberikan dampak nyata terhadap terciptanya lingkungan belajar yang sehat, nyaman, aman, dan mendukung tumbuh kembang seluruh peserta didik SMP Negeri 1 Sumedang.

_page-0001.jpg)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar