Kamis, 14 September 2023

SISINDIRAN "TALAGA KANYAAH"

 TALAGA KANYAAH


Atin Sumartini, S.Pd


1.Ka dieu ka Tarikolot

Ka Jemah geuning kapegat

Sakieu umur geus kolot

Kanyaah indung teu pegat


2. Caah téh ti lebah girang

Pasti eukeur ngaguguntur

Nyaahna kolot ka urang

Pasti mo bisa kaukur


3. Manuk galatik jeung pitik

Di susukan mani leuya

Ti leutik  urang  diatik

Sangkan hirupna waluya


4. Teu aya keur meuli témpé

Sok komo keurmeuli béha

Teu aya rasa kacapé

Sok komo bari subaha


5. Basa eukeur ngaguguntur

Hujan téh mani tohaga

Jasa anjeun moal luntur

Sanajan nepi ka jaga


6. Nyalindung ka Indramayu

Jananna téh mani ngebat

Indung téh tunggul rahayu

Bapa mah tangkal darajat


7. Nginjeun jolang ti tatangga

Tapi aya nu paranti

Bajoang jiwa jeung raga

Nepi ka narohkeun pati


8. Manggung téh rék ka Nyalindung

Ngahaja jeung néang kupa

Munjung téh kudu ka indung

Muja mah kudu ka bapa


9. Panyukur téh meunang nginjeum

Ti warga nu sabeulahna

Ukur do'a kanggo anjeun

Sawarga bagéannana


10. Kajeun rék meuli japati

Warna anu pangbodasna

Anjeun pahlawan sajati

Nu satia salawasna

Rabu, 13 September 2023

Suara Demokrasi dan Kecerdasan Bermedia Sosial: Kegiatan Inspiratif P5 di SMPN 1 Sumedang

 

Suara Demokrasi dan Kecerdasan Bermedia Sosial: Kegiatan Inspiratif P5 di SMPN 1 Sumedang

Isur Suryati, S.S.

Ilustrasi hasil analisis conten video di media sosial

(Dok.Humas SMPN 1 Sumedang)

Pada minggu ke-7 dalam rangkaian P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila), SMPN 1 Sumedang kembali menggelar kegiatan yang menginspirasi. Kali ini, tema yang diangkat adalah "Suara Demokrasi," dengan sub-tema yang sangat relevan, yaitu "Cerdas dan Bijak dalam Bermedia Sosial." Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu, 9 September 2023.

Kegiatan P5 ini tidak terlaksana dengan sendirinya. Di balik layar, Wakasek Kurikulum, Riki Sumda, S.Pd., dan Tuti Y. Wachyar, S.Pd., M.Pd., bekerja keras untuk memastikan semuanya berjalan lancar.

Tahap pertama adalah persiapan. Wakasek kurikulum, Riki Sumda, S.Pd., dan Tuti Y. Wachyar berkolaborasi dengan penuh semangat untuk menemukan ide inovatif yang sesuai dengan tema "Suara Demokrasi" dan sub-tema "Cerdas dan Bijak dalam Bermedia Sosial."

Ide inovatif yang terpilih adalah mengubah materi menjadi pengalaman tontonan yang menginspirasi. Tahap persiapan melibatkan pembuatan plifbook menggunakan alat desain Canva, diskusi mendalam tentang pelaksanaan kegiatan, serta persiapan jurnal refleksi dan lembar penilaian. Selain itu, mereka juga melakukan briefing di ruang guru untuk menjelaskan rencana kegiatan P5 kepada para guru dan wali kelas.

Tahap kedua adalah pelaksanaan. Setelah semua persiapan selesai, wali kelas dari kelas 7 dan 8 memahami urutan dan langkah-langkah yang harus diikuti. Mereka kemudian bergegas ke kelas masing-masing untuk memulai kegiatan.

Pada awalnya, wali kelas membagikan tautan plifbook melalui grup peserta didik di WhatsApp. Selanjutnya, mereka melakukan elaborasi dengan bertanya kepada peserta didik tentang pemahaman awal mereka mengenai media sosial serta menggali pengetahuan peserta didik tentang topik tersebut. Setelah itu, dalam satu jam pertama, peserta didik diminta untuk menjawab tiga pertanyaan pemahaman yang terkait dengan materi dalam plifbook.

Setelah istirahat, pada pukul 10.00, peserta didik diberikan 6 barcode yang berisi tautan ke 3 konten video yang tidak bermanfaat dan 3 konten video yang kurang atau tidak bermanfaat. Setiap peserta didik melakukan pemindaian barcode dengan membuka Google, mengaktifkan kamera atau Google Lens, dan memilih barcode yang ingin mereka tonton secara acak.

Mereka harus menyelesaikan tontonan dari keenam video tersebut. Setelah menonton, peserta didik melakukan analisis konten dengan mencatat hal-hal positif dan negatif dari video tersebut. Hasil analisis tersebut dituliskan dalam sticky note dan ditempelkan pada barcode masing-masing yang telah ditempelkan di papan tulis.

Tahap ketiga adalah hasil. Setelah seluruh barcode diisi dengan jawaban dari peserta didik, konten nomor 1, 3, dan 5 ditempelkan di dinding kelas sebagai bagian dari dokumentasi kegiatan. Sementara konten nomor 2, 4, dan 6 diserahkan kepada tim Wakasek Kurikulum untuk digunakan dalam gelar karya P5 di masa mendatang.

Kegiatan P5 pada minggu ke-7 ini memberikan pengalaman berharga kepada peserta didik SMPN 1 Sumedang dalam memahami pentingnya menjadi cerdas dan bijak dalam bermedia sosial demi mendukung suara demokrasi yang berkualitas.

Semua tahapan yang telah dilakukan dengan cermat dan teliti oleh tim pengajar dan peserta didik membantu menciptakan pemahaman yang lebih baik tentang peran media sosial dalam masyarakat. Dengan demikian, P5 terus menjadi wahana pembelajaran yang bermanfaat bagi generasi pelajar Pancasila.

Rabu, 06 September 2023

BELAJAR MENGEKSPRESIKAN EMOSI DENGAN BAIK

 

BELAJAR MENGEKSPRESIKAN EMOSI DENGAN BAIK

Banyak orang kesulitan mengekspresikan emosi mereka secara positif. Ada beberapa orang yang mengungkapkan perasaan mereka dengan marah-marah dan mengkonfrontasi orang yang membuat mereka kesal, sementara beberapa lainnya memilih untuk memendam perasaan mereka. Padahal, ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk ekspresi emosi. Menurut para peneliti di University of Illinois, bagaimana kamu memproses dan mengekspresikan emosi bisa mengurangi atau meningkatkan kecemasan. Studi tersebut menemukan bahwa mereka yang menekan perasaan mereka atau menghindari untuk mengungkapkan perasaan mereka cenderung memiliki lebih banyak kecemasan sosial dan kecemasan secara umum daripada mereka yang menilai kembali situasi mereka dan berfokus pada hal positif. Studi yang serupa lainnya juga menemukan bahwa menekan emosi bisa meningkatkan stres dan memicu terjadinya penyakit fisik, seperti hipertensi dan penyakit kardiovaskular.

Sekarang, kita harus belajar mengekspresikan emosi kita dengan mempertimbangkan orang lain, dan empati adalah kunci untuk ini. Untungnya, kecerdasan emosional dapat dipelajari. Menjadi cerdas secara emosional membawa banyak keuntungan ketika berhadapan dengan berbagai situasi kehidupan sehari-hari.


Kalian pernah tidak merasa overthinking ketika malam hari? Sehingga mengalami gangguan tidur?



Ketidak bebasan itu kemungkinan besar terjadi karena kalian belum bisa mengekspresikan emosi yang sedang dihadapi.


Kalian pernah tidak melukai diri sendiri?

Itu juga sama, kalian tidak menemukan kedamaian karena belum bisa mengekspresikan emosi yang di rasakan.

 

Oleh karena itu, kamu dianjurkan untuk tidak memendam perasaan, melainkan mengungkapkannya dengan cara yang positif. Berikut cara yang bisa membantu kamu melakukannya:

1.      Carilah Teman Bicara (bestie/sahabat yang bisa kamu percaya)

 Membicarakan perasaan secara terbuka baik dengan teman, kerabat atau terapis, bisa membantu kamu menempatkannya dalam perspektif. Ketika kamu sedang sangat marah, misalnya, meluapkan perasaan tersebut seringkali menjadi cara yang efektif untuk membuat emosi tersebut berkurang. Ekspresi emosi bisa meredakan hal-hal negatif dan memungkinkan kamu untuk menilai situasi dari sudut pandang yang lebih tenang.

Mencari teman bicara juga bisa membantu kamu mengidentifikasi emosi. Saat kamu sedang stres, kadang-kadang sulit untuk menentukan apakah kamu sebenarnya marah atau khawatir, mudah tersinggung atau cemas. Kamu juga perlu mencari tahu apakah perasaan kamu tersebut tepat atau apakah intensitas emosi cocok dengan situasi yang dialami. Nah, berbicara dengan orang terdekat dan bisa dipercaya bisa membantu mengatasi perasaan tersebut dan belajar tentang diri sendiri.

2.      Belajar Bersyukur

Bersyukur membantu mengurangi stres dan risiko penyakit fisik. Menurut sebuah penelitian pada tahun 2015 oleh Paul J. Mils, lebih banyak bersyukur dikaitkan dengan suasana hati yang lebih baik, tidur yang lebih baik, dan lebih sedikit kelelahan, serta kadar penanda inflamasi terkait kesehatan jantung yang lebih rendah. Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk mempraktikkan bersyukur sebagai ekspresi emosi dalam kehidupan sehari-hari, yaitu:

  • Tuliskan tiga hal yang bisa disyukuri setiap hari untuk membantu kamu fokus pada hal positif dalam hidup. Kamu bisa meluangkan waktu beberapa menit setiap hari untuk merenungkan apa yang berharga dalam hidupmu.
  • Dikelilingi teman-teman yang positif. Temukan teman-teman yang bisa memberi dampak positif setiap hari untuk membantu kamu tetap termotivasi.
  • Buat ritual bersyukur. Misalnya, kamu bisa mengucapkan syukur sebelum makan atau mengucapkan doa terima kasih setiap pagi ketika bangun tidur atau di malam hari sebelum tidur. Kamu juga bisa memberi tahu sahabat bahwa kamu berterima kasih atas persahabatan, dukungan atau sesuatu yang spesifik yang mereka berikan. Luangkan waktu untuk berterima kasih pada orang terdekat secara langsung atau tertulis sebagai wujud ekspresi emosi yang positif.

  

3.      Menulis Diary

Menulis Diary adalah salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mencurahkan pikiran dan perasaan, sehingga kamu bisa memahaminya dengan lebih jelas. Cara ekspresi emosi ini bisa mengurangi stres dan membantu mengelola kecemasan. Dengan menulis jurnal, kamu bisa menuliskan apa yang kamu rasakan dan apa yang mungkin memicu kecemasan untuk mencari tahu penyebab stres dengan lebih baik dan membuat rencana untuk menyelesaikan situasi atau mengatasinya dengan lebih positif. Cara ini membantu untuk menyadari gejala kecemasan untuk mengelolanya dengan lebih baik.

4.      Bicarakan baik-baik tanpa menuntut orang lain untuk peka

Tindakan silent treatment/membiarkan orang lain merasa bersalah seperti ini akan menyebabkan pelaku tidak memiliki keinginan untuk mengatasi masalah dan menyelesaikan konflik secara tepat. Karena dirinya hanya ingin didengarkan dan lebih mengutamakan ego daripada kepentingan bersama.

Segala sesuatu dapat disampaikan dan dapat dikomunikasikan dengan baik. Jika kita ingin dimengerti orag lain, coba lah untuk mengerti kondisi orang lain.

Perasaan marah dan kecewa pada dasarnya adalah hal yang wajar dirasakan oleh siapapun. Sehingga meskipun terkesan tak baik, marah dan kecewa adalah bagian dari proses yang sebaiknya dialami juga oleh tubuh. Emosi negatif yang dikeluarkan nyatanya bisa membuat lebih “peka” terhadap satu situasi tertentu dan dapat meningkatkan kemampuan kognitif otak. Yuk, cari tahu apa saja manfaat mengekspresikan emosi!

·         Berpikir Lebih Tajam.

Meluapkan amarah ternyata bisa mengasah otak lebih tajam dalam berpikir. Dan dalam jangka panjang, hal  tersebut bisa membuat seseorang lebih baik dalam menghadapi masalah serta mengambil keputusan. Setelah meluapkan kemarahan, kamu mungkin akan merasa tidak enak hati. Namun tak perlu khawatir, justru proses inilah yang dibutuhkan otak. Setelah tenang dan meluapkan segala emosi negatif, otak akan mulai mengulang apa saja yang terjadi dan mencernanya sebagai landasan untuk mengambil sebuah keputusan saat harus menghadapi situasi yang sama.

·         Mempererat Hubungan

Bagaimana bisa marah-marah malah membuat hubungan menjadi kuat? Bukan malah membuat renggang dan teman-teman menjauh?

Jangan salah duga, jika kamu memang marah untuk satu hal yang benar, orang sekitar pasti akan mengerti dan mungkin setuju. Selain itu, dengan marah kamu sudah menunjukkan diri yang sebenarnya, hal itu adalah proses paling penting dalam menjalin sebuah hubungan, termasuk pertemanan. Namun jangan berlebihan ya kalau enggak mau dijauhi sama teman-teman, bahkan pasangan hingga keluarga.

·         Mengenali Diri Sendiri

Selain baik untuk pergaulan, meluapkan emosi juga bisa membantu kamu dalam mengenali diri, lho. Sebab saat marah, biasanya seseorang akan mengeluarkan hal-hal yang sebelumnya enggan disampaikan.

Hal itu nyatanya bisa menjadi satu refleksi dan membuat kamu lebih tahu apa saja hal yang disukai dan tidak disukai. Namun kembali lagi, tetap perlu batasan dan tidak sembarangan dalam meluapkan amarah.

·         Lebih Bahagia

Selain manfaat di atas, meluapkan amarah ternyata juga bisa membuat seseorang menjadi lebih bahagia. Hal ini lagi-lagi terjadi karena adanya peran dari hormon tertentu. Salah satunya adalah hormon “bahagia” yang muncul setelah seseorang merasa tenang sehabis marah.

Selain itu, memendam amarah hanya akan menjadi “bom waktu” yang bisa meledak kapan saja. Terbiasa menyampaikan hal-hal yang tak disuka dengan cara marah nyatanya bisa membuat hubungan sosial lebih bahagia dan tenang.

·         Bebas Penyakit

Menahan amarah bisa menyebabkan rasa sakit di bagian kepala. Bahkan pada beberapa kasus, kondisi menahan emosi malah bisa membuat penyakit lain seperti masalah pencernaan, hingga insomnia. Semua hal itu tentu bisa dihindari dengan cara meluapkan apa yang memang harus disampaikan.

Namun, kembali lagi, meski memiliki manfaat, meluapkan emosi dengan cara marah tetap harus dibatasi. Selain membuat lebih cepat tua, sering marah-marah juga bisa memicu dampak lain bagi tubuh maupun hubungan sosial.

 

Referensi:

Halodoc, Redaksi. (2018). 5 Manfaat Meluapkan Amarah. [online]. Diakses dari: https://www.halodoc.com/artikel/5-manfaat-meluapkan-amarah

Makarin, Fadhli. (2021). Ketahui 3 Cara Mengekspresikan Emosi secara Positif. [online]. Diakses dari: https://www.halodoc.com/artikel/ketahui-3-cara-mengekspresikan-emosi-secara-positif

Yes Therapy Helps. (2022). Pentingnya mengekspresikan emosi, dalam 7 kunci. [online]. Diakses dari: https://id.yestherapyhelps.com/the-importance-of-expressing-emotions-in-7-keys-13458

KUMPULAN CHORD LAGU HITS

KUMPULAN CHORD LAGU HITS HINDIA BAND Lagu Everything You Are =  Lagu ,   Karaoke ,  Chord   Lagu Cincin =  Lagu ,  Karaoke  ,  Chord   Lagu ...

Postingan Populer