Kamis, 28 September 2023

PELAKU BULLYING DAPAT DI HUKUM PIDANA DAN PERDATA

 

PELAKU BULLYING DAPAT DI HUKUM PIDANA DAN PERDATA




Bullying telah diatur secara masif di hukum nasional, tetapi di Indonesia tindakan bullying telah diatur di dalam beberapa kamar hukum. Lantas, apa ancaman pidana bagi pelaku bullying?

Bullying atau perundungan berupa perilaku verbal atau fisik yang ditujukan untuk mengganggu orang lain yang lebih lemah, ini juga termasuk untuk menggoda secara verbal dan memanggil dengan nama yang tidak disukai, mendorong, dan memukul, termasuk penolakan dan pengasingan dari sebuah lingkungan.

Hukuan Bullying telah tertuang dalam KUHP. Pasal-pasal yang menjerat pelaku bullying yaitu Pasal 351 KUHP tentang Tindak Penganiayaan, Pasal 170 KUHP tentang Pengeroyokan, dan Pasal 310 dan Pasal 311 KUHP tentang Perundungan yang Dilakukan di Tempat Umum dan Mempermalukan Harkat Martabat Seseorang.

Selain itu, ada pasal yang mengatur tentang tindak bullying yang mengarah ke pelecehan seksual yaitu Pasal 289 KUHP tentang Pelecehan Seksual.

Hukuman bullying juga diatur di dalam Pasal 76 UU No. 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan anak yang menjelaskan bahwa setiap orang dilarang menempatkan, membiarkan, melakukan, menyuruh melakukan, atau turut serta melakukan kekerasan terhadap anak. Bagi yang melanggarnya akan dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun 6 (enam) bulan dan/atau denda paling banyak Rp 72 Juta.

Hukuman bagi pelaku bullying bisa lebih berat lagi apabila korban yang ia rundung bunuh diri. Dalam Pasal 345 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana mengatur bahwa barangsiapa dengan sengaja mendorong orang lain untuk bunuh diri, menolongnya dalam perbuatan itu, atau memberi sarana kepadanya untuk itu, dapat diancam dengan pidana penjara paling lama empat tahun jika orang tersebut bunuh diri.

Sehingga, dapat disimpulkan bahwa apabila dalam peristiwa bullying mengandung hasutan atau anjuran untuk bunuh diri hingga korban bunuh diri, maka pelaku dapat dikenai dengan Pasal 345 KUHP.

Tak hanya gugatan secara pidana, seorang pelaku bullying juga dapat dikenai dengan pengaturan hukum perdata. Ini karena di dalam Undang-Undang No. 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, korban juga memiliki aspek perdata sebagai hak untuk menuntut ganti rugi secara metril atau immateril terhadap pelaku.

Gugatan secara perdata ini tercantum pada Pasal 71D Ayat (1) juncto Pasal 59 Ayat (2) Huruf I Undang-Undang No. 35 Tahun 2014 yang secara umum memberikan kesempatan kepada korban untuk mengajukan gugatan perdata untuk menunut ganti rugi kepada pelaku kekerasan atas dasar telah melakukan perbuatan melawan hukum menggunakan Pasal 1364 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.


Kamis, 21 September 2023

Rapat Koordinasi Agenda Kegiatan Sekolah

 

Rapat Koordinasi Agenda Kegiatan Sekolah

Isur Suryati, S.S.

 


Pada hari Kamis, 21 September 2023, sekolah kembali menggelar Rapat Koordinasi yang vital untuk merencanakan berbagai agenda kegiatan sekolah yang akan datang. Bertempat di ruang guru SMPN 1 Sumedang, rapat ini dihadiri oleh seluruh guru dan staf Tata Usaha (TU), menciptakan momen kolaborasi yang sangat berarti dalam pembangunan dan pengembangan sekolah.

Mengawali acara dengan penuh semangat, MC Adi Bakti Raindi, S.Pd., membuka sesi pertemuan ini dengan sambutan hangat. Kegiatan ini menjadi ajang yang penting bagi seluruh staf sekolah untuk berbagi pandangan, mendengarkan pemaparan, dan mengambil keputusan bersama demi kemajuan institusi pendidikan.

Pemaparan awal dari Kepala Sekolah, Drs. Edeng Sutarya, M.M., yang memberikan informasi terkait beberapa isu kunci dalam agenda pertemuan. Berikut adalah poin-poin utama yang disampaikan:

1. PJS Pejabat Sementara: Pemerintah Daerah telah mengusulkan beberapa calon pejabat sementara (PJS), dan SK dari Gubernur Eselon II akan menunjuk 9 orang untuk jabatan ini. Mereka akan bertugas melaksanakan tugas-tugas tertentu tanpa memiliki kewenangan untuk menentukan atau memutuskan kebijakan strategis.

2. Penjabat Definitif: Setelah proses seleksi, 9 orang PJS akan dipilih dan diberi Surat Keputusan (SK) oleh Presiden RI. Mereka akan memiliki kewenangan definitive dalam menentukan dan memutuskan kebijakan strategis yang akan memengaruhi sekolah. Dalam hal ini, Drs. Herman Suryatman, M.Si. merupak penjabat bupati Sumedang.

Salah satu topik penting dalam rapat ini adalah rencana pembangunan dan rehabilitasi ruang kelas. Dua ruangan, yaitu kelas 8-E dan 8-F, akan mendapatkan perhatian khusus. Namun, dalam proses pembangunan ini, ada 3 kelas yang akan terdampak, yaitu 8-D, 8-E, dan 8-F. Pelaksanaan pembangunan akan dilakukan oleh pihak ketiga (rekanan), sementara sekolah hanya berperan sebagai penerima manfaat. Pemasangan patok dan tiang pancang direncanakan akan dilakukan pada hari Sabtu, 23 September 2023, namun Kepala Sekolah menghimbau agar pemasangan dilakukan pada hari Minggu.

Proses relokasi ruang kelas menjadi fokus utama, dan Kepala Sekolah menekankan agar para guru memperhatikan efektivitas dan kelayakan dalam pemindahan. Sistematika pemindahan kelas telah ditetapkan, dengan 8-D akan pindah ke Perpustakaan, 8-E ke Kantin Siswa, dan 8-F ke Ruang Olah Raga. Pelaksanaan pemindahan direncanakan pada hari Jumat, 22 September 2023, dengan target selesai pembangunan dalam 90 hari kerja.

Selain itu, rapat juga membahas kegiatan selama jeda semester, antara lain:

a. Kegiatan perpisahan pensiun.

b. Pangbagéa untuk guru yang baru datang dan diangkat ke SMPN 1 Sumedang.

c. Permintaan Kepala Sekolah kepada Dinas Pendidikan (Disdik) untuk guru mata pelajaran Matematika 2 dan Informatika serta Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS).

d. Pangandaran: Tujuan kegiatan ini adalah untuk menciptakan suasana sekolah yang kondusif dan memperkuat rasa kebersamaan. Ada 52 guru yang ikut ditambah komite dan pengawas. Jadi, sekitar 54 orang akan ikut dalam kegiatan ini.

e. Kegiatan kemping di sekolah: Informasi lebih lanjut akan disampaikan oleh Wakasek.

f. Rehabilitasi Ruang Kepala Sekolah pada bulan November 2023.

Informasi berikutnya datang dari Wakasek Kurikulum, Riki Sumda, S.Pd., yang membahas Penilaian Tengah Semester (PTS). PTS untuk kelas 9, 8, dan 7 akan dilaksanakan pada jam pelajaran biasa dari tanggal 25 hingga 30 September 2023. Ada penyesuaian jadwal untuk mengakomodasi libur Maulid Nabi pada hari Kamis tanggal 28 September 2023, dimana PTS untuk kelas 7 dan 8 dipindahkan ke hari Sabtu. Sedangkan untuk kelas 9 jadwal hari Kamis dipindahkan ke hari Kamis Minggu berikutnya.

Pembuatan soal akan menjadi tanggung jawab guru dengan variasi bentuk soal seperti pilihan ganda, esai, menjodohkan, isian singkat, dan kolaboratif, dengan jumlah total soal sebanyak 25. PTS berbentuk proyek dan portofolio juga bisa dijadikan alternatif, dengan guru diminta untuk memberikan deskripsi kegiatan kepada Wakasek Kurikulum.

Rapat ini juga mengangkat informasi dari Wakasek Kesiswaan tentang berbagai kegiatan, seperti studi tour ke Jogja yang sedang dalam proses pemesanan hotel dan surat kepada orang tua. Selain itu, ada rencana perjalanan ke Pangandaran dengan tujuan wisata Citumang yang juga telah memulai proses pemesanan kamar.

Dalam jeda PTS, acara P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) akan digabungkan dengan kegiatan Seni Budaya. Hari Selasa dan Rabu akan digunakan untuk acara literasi dan numerasi, di mana semua guru mata pelajaran akan bergantian mengisi kegiatan ini. Tema acara jeda PTS adalah "Spensa Motekar bikin Kece bikin pede," dengan penampilan khusus dari SLB Cimareme. Selain itu, disarankan agar tersedia tenda untuk mendukung acara Jambore.

Informasi terakhir datang dari Wakasek Sarana, Indra Lesmana, S.Pd., yang menjelaskan bahwa proses relokasi kelas akan dipimpin oleh tim sarana dan pra sarana. Wali kelas akan berperan dalam mengkoordinasi peserta didik selama pemindahan. Dalam proses ini, kelas 8-DEF akan dibantu oleh 8-GHI, dan pengangkutan barang akan dilakukan dengan meminimalkan gangguan terhadap proses belajar-mengajar.

Ada juga sesi tanya jawab, di mana beberapa pertanyaan dan klarifikasi diajukan oleh peserta rapat, seperti mengenai pembuat soal PTS dan kesiapan sarana multimedia untuk pembelajaran digital. Berikut adalah jawaban yang diberikan dalam sesi tanya jawab:

Wiwi Dewijanti, S.Pd.: Sudah membuat soal sebanyak 20 nomor, dan telah melaksanakan PTS satu kelas, apakah ini sudah memadai?

Jawaban: Tentu saja, langkah awal yang Anda ambil sangat baik. Namun, kami menghimbau agar Anda berusaha untuk menyusun 25 soal agar sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.

Yenti, Sopiyanti, S.Pd.: Sarana multimedia untuk pembelajaran digital belum tersedia, bagaimana solusinya?

Jawaban: Kami telah menyiapkan aplikasi PIJAR yang siap digunakan dan diimplementasikan. Selain itu, akan ada pelatihan untuk 10 orang guru mentor pada bulan November 2025. Mereka akan dilatih untuk menguasai aplikasi PIJAR agar dapat memberikan bimbingan kepada rekan satu mata pelajaran dalam penggunaannya.

Dalam rapat ini, terlihat sinergi dan komitmen dari seluruh staf sekolah untuk meningkatkan mutu pendidikan dan kesejahteraan siswa. Setiap poin dalam agenda rapat menjadi langkah konkret dalam mencapai tujuan sekolah yang lebih baik.

Dengan kerjasama yang kuat, SMPN 1 Sumedang siap menghadapi tantangan dan meraih prestasi yang lebih gemilang di masa depan. Rapat ini telah membuka pintu untuk dialog terbuka dan kolaborasi yang akan terus berlanjut dalam mendukung perkembangan sekolah ke arah yang lebih baik.

CERITA PENDEK "KINARAKU"

 

KINARAKU

By Fitri Yuliani

Sorak sorai penonton membahana di setiap sudut sebuah gedung olahraga di Kota Bandung, pertanda bahwa pertandingan basket yang sedang berlangsung sangatlah seru. Sepertinya sudah menjadi keharusan jika SMA Tunas Bangsa dan SMA Pelita Harapan yang bertarung di babak Final. Entah ini merupakan sejarah sejak zaman dahulu atau bukan, namun menurut cerita para alumni SMA Tunas Bangsa, konon katanya jika diadakan pertandingan basket antar sekolah maka selalu saja SMA Pelita Harapan yang menjadi lawan sekolahnya untuk memperebutkan juara 1.

Kinaraaaaa…. Ayo Kinaraaa….

Terdengar beberapa penonton meneriakan nama sosok perempuan yang sedang bergerak lincah mengerahkan seluruh kemampuannya mendrible bola, dan yaaa…. Ring lawan kembali kebobolan, sontak para pendukung SMA Tunas Bangsa bersorak gembira, yel yel kebanggaan pun kembali bergema, kamu hebat Kinara. Senyum mengembang di bibir seorang laki-laki tampan yang sedang duduk memegang dua botol air mineral di jajaran kursi VIP, namun itu tak berlangsung lama karena di detik berikutnya Raffa tampak tersipu malu tatkala sang kekasih berulah dengan memberikan kecupan jarak jauh yang ditujukan padanya.

Raffa dan Kinara, siapa yang tidak mengenal pasangan legend yang terjalin semenjak kelas X ini. Raffa Prayoga Bimantara adalah Ketua OSIS SMA Tunas Bangsa yang tampan dan berprestasi di bidang akademik sedangkan Ayudia Kinara merupakan salah satu primadona di sekolah yang berprestasi di bidang olahraga basket.

 

Priiitttt…

Wasit membunyikan pluitnya menandakan bahwa para pemain dipersilahkan untuk beristirahat sejenak, Raffa pun bergegas turun untuk menghampiri tim basket putri kebanggaan SMA Tunas Bangsa.

 “Ini air minumnya” Raffa menyodorkan sebotol air mineral untuk Kinara, sang bintang lapangan yang sedang dilanda kehausan langsung menyambar dan meminumnya hingga habis lebih dari setengah botol.

“Kamu kasih gula?” tanya Kinara

“Engga” jawab Raffa bingung

“Naha amis Fa?” tanya Kinara yang sontak membuat Raffa mengerutkan dahinya

“Mungkin karena sambil mandangin kamu kali ya” gombal Kinara sambil nyengir tanpa dosa, perempuan yang satu ini memang titisan buaya, banyak laki-laki di sekolah yang menjadi korban keisengannya di kala dia suntuk, bahkan tukang kebun sekolah yang sudah menyandang gelar aki-aki pun pernah digombalinya.

“Win, ini” Rafa menyodorkan sebotol air pada Winda yang  duduk disamping Kinara

“Makasih Fa, aku bawa ko” Winda menolak halus sambil berlalu pergi untuk membawa air minum di dalam tas nya. Raffa menghela nafas pelan, ada yang berdenyut nyeri di sudut hatinya namun dia berusaha untuk menyembunyikannya, apalagi ada Kinara disana, Raffa tidak mau Kinara sampai mengetahui perasaan yang selama ini selalu tertutup dari siapapun.

 

Pertandingan selanjutnya kembali dimulai, Raffa menyaksikan kehebatan tim putri SMA Tunas Bangsa di tempat duduk semula. Matanya fokus menatap lurus ke lapangan, namun bukan sosok tinggi putih dengan rambut diikat ekor kuda yang dia pandangi melainkan gadis manis berlesung pipi dengan nomor punggung 12. Raffa sadar jika hatinya berkhianat, karena hingga saat ini perasaan itu masih saja bersemayam untuk cinta monyetnya dulu. Raffa mengenal Winda ketika mengikuti les di sebuah Bimbingan Belajar sewaktu dirinya masih duduk di bangku SMP kelas VIII, jauh sebelum Raffa mengenal Kinara. Gadis berparas manis yang mampu membangkitkan lagi semangat hidup Raffa setelah sekian lama terpuruk semenjak kepergian ibunda tercintanya. Namun ketika Raffa naik ke kelas IX, dia tidak pernah bertemu lagi dengan Winda di tempat les, dan menurut kabar dari teman satu sekolahnya Winda pindah sekolah dikarenakan ayahnya pindah tugas. Raffa hanya bisa tersenyum getir, takdir baik belum berpihak padanya, Raffa kembali merasa kehilangan, setelah ibunya pergi kini Winda pun meninggalkannya tanpa ada kata pamit. 

Di tahun ajaran baru ketika Raffa memasuki tingkat kelas XII, dia merasa seperti mendapatkan kejutan besar karena kehadiran seorang murid baru di sekolah. Ya, dia adalah Winda, perempuan yang pernah mengisi kekosongan hati Raffa. Tidak banyak yang berubah dari penampilan Winda, tatapan matanya masih seteduh dulu, senyumnya pun masih sama manisnya, yang berubah pada diri Winda yaitu satu, semakin cantik. Dan Raffa menyadari, getar itu masih ada, rasa itu masih nyata, namun sayang dia hanya bisa menatap saja tanpa bisa menggapai apalagi memiliki.

 

Bunyi peluit panjang dan gemuruh penonton membuyarkan lamunan Raffa, dia terhanyut dalam lamunan sehingga tidak menyadari bahwa pertandingan basket telah usai dan dimenangkan oleh tim SMA Tunas Bangsa, ucapan selamat dan juga pelukan kebahagiaan tak hentinya didapatkan oleh seluruh srikandi lapangan basket, bahkan tangis bahagia pun tampak membasahi wajah-wajah lelah para pahlawan sekolah.

“Yu…” ajak Raffa pada Kinara setelah dirasa cukup lama menghabiskan waktu untuk bereforia bersama teman-teman satu timnya.

“Gendong, kaki aku lemes” jawab Kinara dengan ekspresi manja dan mengangkat kedua tangannya ke atas pertanda bahwa dia betul-betul ingin digendong oleh Raffa.

“Ogoan, buru ah” tolak Raffa sambil melangkah pergi yang alhasil membuat Kinara terpaksa mengikutinya dengan bibir komat kamit tak jelas

“Ga usah mengumpat” ucap Raffa tanpa menoleh seolah tahu apa yang dilakukan pacarnya di belakang dirinya, otomatis Kinara makin sebal lalu dengan setengah berlari dia mendahului Raffa dan bergabung bersama para supporter sekolahnya.

“Dasar budak liwar” gerutu Raffa pelan, selanjutnya tugasnya bertambah karena harus konsentrasi penuh untuk memantau pergerakan pacar manjanya, lengah sedikit bisa hilang entah ikut  pulang dengan siapa. Raffa tetap berusaha fokus pada Kinara, hingga tak sengaja pandangan matanya tertuju pada sosok perempuan yang baru saja keluar dari ruang ganti. Deg… Winda.

“Aku duluan ya Fa” pamit Winda sambil tersenyum ramah

“Eh.. eu… i..iya Win” jawab Raffa gelagapan

 

Dan betul saja, setelah beberapa saat terpaku karena perbincangan singkatnya bersama Winda, Raffa kehilangan jejak Kinara. Raffa pun panik dan bergegas menuju tempat parkir, berharap barbie cantiknya sedang duduk manis menunggunya disana. Namun harapan Raffa pupus sudah tatkala tidak ada Kinara disana, bahkan helm pink milik Kinara pun sudah tidak ada di gantungan motor milik Raffa. Raffa menghela nafas dalam, menghirup oksigen sebanyak mungkin untuk menambah stok kesabarannya. Pacarnya itu memang unik, ratu gombal tapi gampang pundungan.

Setelah dirasa tenang, akhirnya Raffa memutuskan untuk ke rumah Kinara saja, mengantarkan tas milik Kinara sekalian menemuinya disana. Namun lagi dan lagi Raffa harus mengelus dada tatkala asisten rumah tangga yang berdiri menyambutnya di depan rumah, tentu saja atas instruksi tuan putri yang sedang melakukan aksi protes. Biarlah, toh besok juga sembuh, pikir Raffa sambil membelokan motornya menuju arah jalan pulang.

 

Beberapa bulan berlalu, Raffa dan Kinara telah menyelesaikan Ujian Akhir dan sedang dalam masa mempersiapkan untuk melanjutkan kuliah. Hubungan keduanya terlihat baik-baik saja, tidak ada yang berubah hingga suatu hari sepulang sekolah Kinara mendapati Raffa dan Winda sedang ngobrol berdua di ruang OSIS. Sebagai seorang wanita yang memiliki perasaan yang peka tentu Kinara merasa sedikit ada yang janggal melihat kebersamaan mereka berdua, dari pembicaraan mereka Kinara merasa bahwa Raffa dan Winda sangat akrab seperti orang yang sudah saling mengenal lama. Namun Kinara mencoba menepis pikiran buruknya itu dan mencoba untuk tidak ambil pusing dengan kejadian tadi.

Selang beberapa hari kemudian ada satu kejadian lagi yang membuat Kinara kembali mengerutkan keningnya, Kinara memergoki Raffa sedang menatap Winda yang sedang mengobrol di depan kelas bersama teman-temannya. Tatapannya begitu dalam, dan Kinara tahu bahwa itu bukanlah tatapan seorang sahabat. Namun lagi dan lagi Kinara memutuskan untuk tetap berfikir positif dan tidak meragukan kesetiaan Raffa. Sebaik itu kamu,  Kinara...

 

Hari ini tepat aniversary Raffa dan Kinara yang ke-2, pasangan ini  berencana untuk merayakan dinner berdua di cafĂ© langganan mereka. Tubuh tinggi langsing Kinara yang berbalut dress pink membuat dirinya terlihat sangat cantik. Belum lagi rambut panjangnya yang digerai dengan bagian ujungnya sengaja dibuat menjadi ikal makin membuat tampilan Kinara semakin memukau. Raffa pun tak kalah keren, setelan casual yang dikenakannya malam ini menambah pesona pemuda berusia 18 tahun itu.

Mereka sengaja memilih kursi yang hanya untuk dua orang,  duduk berhadapan dengan sebuah tart kecil lengkap dengan angka 2 diatasnya.  Topik pembicaraan pun entah mengarah kemana, dari yang penting sampai tidak penting semuanya dikupas tuntas. Candaan garing dan gombalan receh Kinara memancing gelak tawa keduanya, terdengar sangat manis,  semanis hati mereka saat ini. Ahh... dunia serasa milik berdua.

Namun sayang, tepat di hari aniversary mereka, sebuah kenyataan terkuak karena kecerobohan Raffa yang meninggalkan ponsel di dalam tas dan lupa mengganti kuncinya. Berawal dari ponsel Raffa yang berdering berulang-ulang hingga akhirnya Kinara memberanikan diri untuk mengangkat telepon yang masuk karena khawatir akan mengganggu kenyamanan pelanggan yang lain. Rupanya papanya Raffa yang menghubungi, mewanti-wanti anaknya untuk pulang tidak terlalu malam.

Kinara pun mulai iseng mengotak-atik ponsel milik Raffa, menunggu Raffa yang cukup lama di toilet membuat Kinara gabut.  Kinara merasa bahwa bahwa apa yang dia lakukan itu sah-sah saja mengingat antara dirinya maupun Raffa sudah sepakat untuk tidak menyimpan rahasia apapun. Berawal dari iseng dan berakhir penyesalan, itulah yang Kinara alami saat ini. Dengan mata kepala sendiri Kinara melihat sebuah fakta yang disembunyikan oleh Raffa dengan begitu rapi. Dunia Kinara hancur mendapati hati Raffa yang tak utuh miliknya, ada nama selain Kinara yang terukir disana. Kinara menangis sambil berjalan menuju pintu keluar, dia tidak peduli tatapan para pengunjung cafĂ© terhadap dirinya karena di dalam benak Kinara hanya ingin cepat pulang dan menangis di pelukan sang mama.

Raffa yang baru saja kembali dibuat terkejut karena tidak mendapati Kinara disana, hanya tergeletak ponsel dan tas miliknya di atas meja. Seketika Raffa panik dan wajahnya berubah pucat mengingat kemungkinan Kinara yang telah membuka ponsel miliknya. Raffa bergegas ke kasir dan bertanya mengenai keberadaan Kinara pada karyawan café, mereka menyebutkan bahwa Kinara pergi sambil menangis. Tanpa berpikir panjang Raffa segera menjalankan motor miliknya menuju rumah Kinara untuk meminta maaf, dia memacu kendaraannya diatas rata-rata karena dalam benak Raffa hanya Kinara, Kinara dan Kinara. Dan tanpa sadar sebuah belir bening menetes membasahi pipi Raffa, dia menyesal dengan apa yang telah dilakukannya. Raffa menyadari bahwa dirinya salah namun dia tidak sanggup seandainya harus kehilangan Kinara, tidak sekalipun terbersit dalam pikirannya.

 

***

 

Hari ini tepat hari anniversary Raffa dan Kinara yang ke-10, Raffa merayakannya di café yang sama, di kursi yang sama, namun sayang tanpa Kinara. Semenjak kejadian 8 tahun yang lalu, Raffa tidak pernah bertemu kembali dengan Kinara, nomer handphonenya pun tidak bisa dihubungi, begitupun dengan papa mama Kinara yang tutup mulut dengan keberadaan putrinya, Kinara seolah menghilang tanpa kabar.

Tidak pernah ada perempuan lain yang mengisi hidup Raffa setelah kepergian Kinara, tidak juga dengan Winda. Raffa berubah menjadi dingin terhadap perempuan, dia hanya fokus dengan kuliahnya hingga berhasil menyelesaikan S-1 selama 3,5 tahun. Di usia 22 tahun Raffa sudah menjadi seorang karyawan sebuah Bank Swasta di Kota Bandung. Namun walaupun saat ini Raffa sudah terbilang mapan secara financial, tetap saja tidak membuat Raffa membuka hati untuk perempuan manapun kecuali Kinara.

“Sampai kapan kamu akan begini Fa?” papa Raffa menghampiri putranya yang tengah duduk sendiri di cafĂ© menatap sebuah tart kecil dengan lilin angka 10. Beliau mengikuti anaknya yang malam ini pamit untuk keluar dengan baju rapi layaknya orang yang akan pergi berkencan. Papa Raffa sudah bisa menebak kemana anaknya akan pergi oleh karena itu beliau memutuskan untuk berbicara berdua dengan anak semata wayangnya itu.

“Sampai Kinara kembali” jawab Raffa sambil menghembuskan nafas berat

“Seberapa berarti dia bagi kamu, hingga kamu menutup diri dari perempuan lain diluar sana?” tanya papa Raffa serius

“Segalanya pah, aku sudah membuat dia pergi, aku bodoh pah” jawab Raffa pelan, menatap layar ponsel berlatarkan foto Kinara yang sedang mengenakan seragam SMA. Matanya mengembun, berjuta penyesalan sangat tergambar jelas disana.

“Papa cuma punya kamu Fa, setelah kepergian Mama hanya kamu harta papa yang paling berharga. Melihat kamu seperti ini, hati papa sakit nak” ucap papa Raffa dengan gemetar, berusaha tegar menyembunyikan kesedihannya

“Maafin Raffa pah, udah membuat papa sedih” Raffa menatap papanya dengan perasaan bersalah

“Bangkit nak, semangat untuk mencari cintamu kembali, ada doa papa menyertai, ada doa mama juga, bangkit nak… Yakinlah, Allah akan membantumu membawa Kinara kembali” papa Raffa berkata dengan mata berkaca-kaca, beliau sudah tidak mampu lagi menahan air mata yang sedari 8 tahun lalu selalu ditahannya. Raffa tidak menjawab, dia hanya diam dan menerawang jauh menatap langit malam, menitipkan rindunya pada bintang juga awan. Kinara, aku merindukanmu…

 

***

5 tahun kemudian

“Abaaaahhhh…” suara seorang bocah laki-laki terdengar dari arah ruang tamu, merasa familiar dengan suara itu tentu saja membuat laki-laki paruh baya itu beranjak menghampiri cucu kesayangannya

“Wah… aya Didit geuningan, sini-sini peluk abah” papa Raffa merentangkan kedua tangannya lalu memeluk dan mencium pipi kanan dan kiri Radit

“Sama siapa kesini?” tanya papa Raffa sambil menggendong cucunya menuju teras rumah

“Tuh yayah ” jawab Radit sambil menunjuk Raffa yang memasuki pekarangan dengan membawa beberapa buah keresek belanjaan untuk stok bulanan papa Raffa

“Bunda ga ikut?” tanya papa Raffa heran karena tidak biasanya menantu kesayangannya tidak ikut serta

“Itut bah, itu bunaaaaa…” Raffa berteriak girang begitu melihat Kinara yang baru saja datang dengan semangkok baso di tangannya.

Rabu, 20 September 2023

Pelepasan Bupati dan Wakil Bupati Sumedang

 

Pelepasan Bupati dan Wakil Bupati Sumedang

 


Dokumentasi Humas SMPN 1 Sumedang

Pada Senin, tanggal 18 September 2023, Kabupaten Sumedang merayakan peristiwa istimewa dalam sejarahnya, yaitu pelepasan Bupati dan Wakil Bupati yang telah menjalankan tugas dan tanggung jawab mereka dengan penuh dedikasi.

Acara ini dihadiri segenap Aparatur Sipil Negara (ASN) dari berbagai Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan kecamatan di Kabupaten Sumedang, termasuk juga Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Sumedang di bawah kepemimpinan Drs. Edeng Sutarya, M.M.Pd., selaku kepala sekolah.

Partisipasi SMPN 1 Sumedang dalam acara ini diikutioleh  seluruh elemen sekolah, mulai dari peserta didik dan guru, bersiap untuk mengikuti apel besar bersama ASN yang diselenggarakan di Lapangan Upacara Pusat Pemerintahan Sumedang (PPS).


Diperkirakan ada sekitar 5-10 ribu ASN dan peserta didik yang hadir, semuanya mengenakan seragam KORPRI (Korps Pegawai Republik Indonesia) dan PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia), menciptakan pemandangan yang indah dengan warna biru dan putih yang memenuhi PPS, seperti langit yang digambarkan dalam lukisan.

Acara apel besar dimulai dengan penataan barisan yang rapi, lalu diikuti oleh amanat dari Bupati Sumedang, H. Donny Ahmad Munir, ST.M.M., dan Wakil Bupati, H. Erwan Setiawan, SE. Dalam amanatnya, Bupati Donny Ahmad Munir menyampaikan pencapaian luar biasa yang telah dicapai selama masa kepemimpinannya.

Ia mengungkapkan bahwa pada tahun 2022, Kabupaten Sumedang meraih indeks profesionalitas ASN terbaik tingkat nasional. Capaian indikator banprop juga menunjukkan penurunan tingkat kemiskinan di kabupaten ini, dari 10,7 persen menjadi 10,1 persen. Ini adalah prestasi yang luar biasa yang patut dibanggakan oleh seluruh ASN di Kabupaten Sumedang.

Setelah amanat, apel besar ASN pada hari Senin itu ditutup dengan nyanyian lagu "Manusia Hebat" yang penuh semangat. Seluruh peserta juga berpartisipasi dalam acara botram bersama, menciptakan momen kebersamaan yang hangat dan mengesankan.

Rangkaian acara pelepasan Bupati dan Wakil Bupati Sumedang masih berlanjut pada hari Selasa, tanggal 19 September 2023. Pada hari ini, SMPN 1 Sumedang diminta untuk mengisi acara Prosesi Kirab dan Pelepasan yang dijadwalkan berlangsung pukul 10.30 WIB.

Acara ini akan berlangsung dari Alun-Alun Tegal Kalong hingga Alun-Alun Sumedang dan Gedung Negara. Peserta dari SMPN 1 Sumedang mengenakan kostum salontreng untuk pria dan kebaya Ka-Sumedangan untuk perempuan, menciptakan suasana yang kental dengan budaya Sunda.

Dalam prosesi kirab dan pelepasan ini, peserta didik SMPN 1 Sumedang menampilkan kolaborasi antara musik tradisional Sunda dan band modern. Mereka membawakan lagu-lagu dengan nuansa khas Sunda yang memukau hadirin.

Suara alat musik tradisional seperti suling, dipadukan dengan instrumen modern, menciptakan harmoni yang begitu memikat. Para penonton yang hadir dapat merasakan kekayaan budaya dan kesenian Sunda yang diwariskan dengan indah oleh para pelajar.


Seluruh acara ini adalah sebuah wujud penghormatan dan apresiasi terhadap Bupati dan Wakil Bupati Sumedang yang telah berjuang keras dalam memajukan daerah ini. Mereka adalah pemimpin yang telah memberikan kontribusi besar dalam pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Sumedang.

Dalam suasana yang penuh kegembiraan dan haru, masyarakat Sumedang bersatu untuk melepas mereka dengan penghargaan yang setinggi-tingginya. Semoga peristiwa bersejarah ini akan menjadi inspirasi bagi generasi berikutnya untuk terus berjuang demi kemajuan Sumedang dan Indonesia pada umumnya.

Kamis, 14 September 2023

Belajar bikin Patidusa "BERJALAN DALAM TAKDIR"

 Belajar bikin Patidusa



By Tuti Muliati

 

BERJALAN DALAM TAKDIR


Rindu jatuh di senja

Berbaur dengan rinai

Tetes menetes

Membuncah


Rindu

Pecah membuyar

Diantara kepingan luka

Berserakan bercampur aduk rasa


Luka tak hirap seketika

Hanya mampu bertatih

Tertompang yakin

Menyatu


Lelah

Yang tergenggam

Tak sanggup beranjak 

Karena langkah selalu buntu


Saling genggam eratkan jemari

Ingat kan janji

Berjalan seiring

Takdir


Aku

Dan kamu

Serta rindu kita

Sapukan luka yang ada


Spensa, di ujung Agustus 2023

SISINDIRAN "TALAGA KANYAAH"

 TALAGA KANYAAH


Atin Sumartini, S.Pd


1.Ka dieu ka Tarikolot

Ka Jemah geuning kapegat

Sakieu umur geus kolot

Kanyaah indung teu pegat


2. Caah téh ti lebah girang

Pasti eukeur ngaguguntur

Nyaahna kolot ka urang

Pasti mo bisa kaukur


3. Manuk galatik jeung pitik

Di susukan mani leuya

Ti leutik  urang  diatik

Sangkan hirupna waluya


4. Teu aya keur meuli témpé

Sok komo keurmeuli béha

Teu aya rasa kacapé

Sok komo bari subaha


5. Basa eukeur ngaguguntur

Hujan téh mani tohaga

Jasa anjeun moal luntur

Sanajan nepi ka jaga


6. Nyalindung ka Indramayu

Jananna téh mani ngebat

Indung téh tunggul rahayu

Bapa mah tangkal darajat


7. Nginjeun jolang ti tatangga

Tapi aya nu paranti

Bajoang jiwa jeung raga

Nepi ka narohkeun pati


8. Manggung téh rék ka Nyalindung

Ngahaja jeung néang kupa

Munjung téh kudu ka indung

Muja mah kudu ka bapa


9. Panyukur téh meunang nginjeum

Ti warga nu sabeulahna

Ukur do'a kanggo anjeun

Sawarga bagéannana


10. Kajeun rék meuli japati

Warna anu pangbodasna

Anjeun pahlawan sajati

Nu satia salawasna

Rabu, 13 September 2023

Suara Demokrasi dan Kecerdasan Bermedia Sosial: Kegiatan Inspiratif P5 di SMPN 1 Sumedang

 

Suara Demokrasi dan Kecerdasan Bermedia Sosial: Kegiatan Inspiratif P5 di SMPN 1 Sumedang

Isur Suryati, S.S.

Ilustrasi hasil analisis conten video di media sosial

(Dok.Humas SMPN 1 Sumedang)

Pada minggu ke-7 dalam rangkaian P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila), SMPN 1 Sumedang kembali menggelar kegiatan yang menginspirasi. Kali ini, tema yang diangkat adalah "Suara Demokrasi," dengan sub-tema yang sangat relevan, yaitu "Cerdas dan Bijak dalam Bermedia Sosial." Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu, 9 September 2023.

Kegiatan P5 ini tidak terlaksana dengan sendirinya. Di balik layar, Wakasek Kurikulum, Riki Sumda, S.Pd., dan Tuti Y. Wachyar, S.Pd., M.Pd., bekerja keras untuk memastikan semuanya berjalan lancar.

Tahap pertama adalah persiapan. Wakasek kurikulum, Riki Sumda, S.Pd., dan Tuti Y. Wachyar berkolaborasi dengan penuh semangat untuk menemukan ide inovatif yang sesuai dengan tema "Suara Demokrasi" dan sub-tema "Cerdas dan Bijak dalam Bermedia Sosial."

Ide inovatif yang terpilih adalah mengubah materi menjadi pengalaman tontonan yang menginspirasi. Tahap persiapan melibatkan pembuatan plifbook menggunakan alat desain Canva, diskusi mendalam tentang pelaksanaan kegiatan, serta persiapan jurnal refleksi dan lembar penilaian. Selain itu, mereka juga melakukan briefing di ruang guru untuk menjelaskan rencana kegiatan P5 kepada para guru dan wali kelas.

Tahap kedua adalah pelaksanaan. Setelah semua persiapan selesai, wali kelas dari kelas 7 dan 8 memahami urutan dan langkah-langkah yang harus diikuti. Mereka kemudian bergegas ke kelas masing-masing untuk memulai kegiatan.

Pada awalnya, wali kelas membagikan tautan plifbook melalui grup peserta didik di WhatsApp. Selanjutnya, mereka melakukan elaborasi dengan bertanya kepada peserta didik tentang pemahaman awal mereka mengenai media sosial serta menggali pengetahuan peserta didik tentang topik tersebut. Setelah itu, dalam satu jam pertama, peserta didik diminta untuk menjawab tiga pertanyaan pemahaman yang terkait dengan materi dalam plifbook.

Setelah istirahat, pada pukul 10.00, peserta didik diberikan 6 barcode yang berisi tautan ke 3 konten video yang tidak bermanfaat dan 3 konten video yang kurang atau tidak bermanfaat. Setiap peserta didik melakukan pemindaian barcode dengan membuka Google, mengaktifkan kamera atau Google Lens, dan memilih barcode yang ingin mereka tonton secara acak.

Mereka harus menyelesaikan tontonan dari keenam video tersebut. Setelah menonton, peserta didik melakukan analisis konten dengan mencatat hal-hal positif dan negatif dari video tersebut. Hasil analisis tersebut dituliskan dalam sticky note dan ditempelkan pada barcode masing-masing yang telah ditempelkan di papan tulis.

Tahap ketiga adalah hasil. Setelah seluruh barcode diisi dengan jawaban dari peserta didik, konten nomor 1, 3, dan 5 ditempelkan di dinding kelas sebagai bagian dari dokumentasi kegiatan. Sementara konten nomor 2, 4, dan 6 diserahkan kepada tim Wakasek Kurikulum untuk digunakan dalam gelar karya P5 di masa mendatang.

Kegiatan P5 pada minggu ke-7 ini memberikan pengalaman berharga kepada peserta didik SMPN 1 Sumedang dalam memahami pentingnya menjadi cerdas dan bijak dalam bermedia sosial demi mendukung suara demokrasi yang berkualitas.

Semua tahapan yang telah dilakukan dengan cermat dan teliti oleh tim pengajar dan peserta didik membantu menciptakan pemahaman yang lebih baik tentang peran media sosial dalam masyarakat. Dengan demikian, P5 terus menjadi wahana pembelajaran yang bermanfaat bagi generasi pelajar Pancasila.

Rabu, 06 September 2023

BELAJAR MENGEKSPRESIKAN EMOSI DENGAN BAIK

 

BELAJAR MENGEKSPRESIKAN EMOSI DENGAN BAIK

Banyak orang kesulitan mengekspresikan emosi mereka secara positif. Ada beberapa orang yang mengungkapkan perasaan mereka dengan marah-marah dan mengkonfrontasi orang yang membuat mereka kesal, sementara beberapa lainnya memilih untuk memendam perasaan mereka. Padahal, ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk ekspresi emosi. Menurut para peneliti di University of Illinois, bagaimana kamu memproses dan mengekspresikan emosi bisa mengurangi atau meningkatkan kecemasan. Studi tersebut menemukan bahwa mereka yang menekan perasaan mereka atau menghindari untuk mengungkapkan perasaan mereka cenderung memiliki lebih banyak kecemasan sosial dan kecemasan secara umum daripada mereka yang menilai kembali situasi mereka dan berfokus pada hal positif. Studi yang serupa lainnya juga menemukan bahwa menekan emosi bisa meningkatkan stres dan memicu terjadinya penyakit fisik, seperti hipertensi dan penyakit kardiovaskular.

Sekarang, kita harus belajar mengekspresikan emosi kita dengan mempertimbangkan orang lain, dan empati adalah kunci untuk ini. Untungnya, kecerdasan emosional dapat dipelajari. Menjadi cerdas secara emosional membawa banyak keuntungan ketika berhadapan dengan berbagai situasi kehidupan sehari-hari.


Kalian pernah tidak merasa overthinking ketika malam hari? Sehingga mengalami gangguan tidur?



Ketidak bebasan itu kemungkinan besar terjadi karena kalian belum bisa mengekspresikan emosi yang sedang dihadapi.


Kalian pernah tidak melukai diri sendiri?

Itu juga sama, kalian tidak menemukan kedamaian karena belum bisa mengekspresikan emosi yang di rasakan.

 

Oleh karena itu, kamu dianjurkan untuk tidak memendam perasaan, melainkan mengungkapkannya dengan cara yang positif. Berikut cara yang bisa membantu kamu melakukannya:

1.      Carilah Teman Bicara (bestie/sahabat yang bisa kamu percaya)

 Membicarakan perasaan secara terbuka baik dengan teman, kerabat atau terapis, bisa membantu kamu menempatkannya dalam perspektif. Ketika kamu sedang sangat marah, misalnya, meluapkan perasaan tersebut seringkali menjadi cara yang efektif untuk membuat emosi tersebut berkurang. Ekspresi emosi bisa meredakan hal-hal negatif dan memungkinkan kamu untuk menilai situasi dari sudut pandang yang lebih tenang.

Mencari teman bicara juga bisa membantu kamu mengidentifikasi emosi. Saat kamu sedang stres, kadang-kadang sulit untuk menentukan apakah kamu sebenarnya marah atau khawatir, mudah tersinggung atau cemas. Kamu juga perlu mencari tahu apakah perasaan kamu tersebut tepat atau apakah intensitas emosi cocok dengan situasi yang dialami. Nah, berbicara dengan orang terdekat dan bisa dipercaya bisa membantu mengatasi perasaan tersebut dan belajar tentang diri sendiri.

2.      Belajar Bersyukur

Bersyukur membantu mengurangi stres dan risiko penyakit fisik. Menurut sebuah penelitian pada tahun 2015 oleh Paul J. Mils, lebih banyak bersyukur dikaitkan dengan suasana hati yang lebih baik, tidur yang lebih baik, dan lebih sedikit kelelahan, serta kadar penanda inflamasi terkait kesehatan jantung yang lebih rendah. Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk mempraktikkan bersyukur sebagai ekspresi emosi dalam kehidupan sehari-hari, yaitu:

  • Tuliskan tiga hal yang bisa disyukuri setiap hari untuk membantu kamu fokus pada hal positif dalam hidup. Kamu bisa meluangkan waktu beberapa menit setiap hari untuk merenungkan apa yang berharga dalam hidupmu.
  • Dikelilingi teman-teman yang positif. Temukan teman-teman yang bisa memberi dampak positif setiap hari untuk membantu kamu tetap termotivasi.
  • Buat ritual bersyukur. Misalnya, kamu bisa mengucapkan syukur sebelum makan atau mengucapkan doa terima kasih setiap pagi ketika bangun tidur atau di malam hari sebelum tidur. Kamu juga bisa memberi tahu sahabat bahwa kamu berterima kasih atas persahabatan, dukungan atau sesuatu yang spesifik yang mereka berikan. Luangkan waktu untuk berterima kasih pada orang terdekat secara langsung atau tertulis sebagai wujud ekspresi emosi yang positif.

  

3.      Menulis Diary

Menulis Diary adalah salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mencurahkan pikiran dan perasaan, sehingga kamu bisa memahaminya dengan lebih jelas. Cara ekspresi emosi ini bisa mengurangi stres dan membantu mengelola kecemasan. Dengan menulis jurnal, kamu bisa menuliskan apa yang kamu rasakan dan apa yang mungkin memicu kecemasan untuk mencari tahu penyebab stres dengan lebih baik dan membuat rencana untuk menyelesaikan situasi atau mengatasinya dengan lebih positif. Cara ini membantu untuk menyadari gejala kecemasan untuk mengelolanya dengan lebih baik.

4.      Bicarakan baik-baik tanpa menuntut orang lain untuk peka

Tindakan silent treatment/membiarkan orang lain merasa bersalah seperti ini akan menyebabkan pelaku tidak memiliki keinginan untuk mengatasi masalah dan menyelesaikan konflik secara tepat. Karena dirinya hanya ingin didengarkan dan lebih mengutamakan ego daripada kepentingan bersama.

Segala sesuatu dapat disampaikan dan dapat dikomunikasikan dengan baik. Jika kita ingin dimengerti orag lain, coba lah untuk mengerti kondisi orang lain.

Perasaan marah dan kecewa pada dasarnya adalah hal yang wajar dirasakan oleh siapapun. Sehingga meskipun terkesan tak baik, marah dan kecewa adalah bagian dari proses yang sebaiknya dialami juga oleh tubuh. Emosi negatif yang dikeluarkan nyatanya bisa membuat lebih “peka” terhadap satu situasi tertentu dan dapat meningkatkan kemampuan kognitif otak. Yuk, cari tahu apa saja manfaat mengekspresikan emosi!

·         Berpikir Lebih Tajam.

Meluapkan amarah ternyata bisa mengasah otak lebih tajam dalam berpikir. Dan dalam jangka panjang, hal  tersebut bisa membuat seseorang lebih baik dalam menghadapi masalah serta mengambil keputusan. Setelah meluapkan kemarahan, kamu mungkin akan merasa tidak enak hati. Namun tak perlu khawatir, justru proses inilah yang dibutuhkan otak. Setelah tenang dan meluapkan segala emosi negatif, otak akan mulai mengulang apa saja yang terjadi dan mencernanya sebagai landasan untuk mengambil sebuah keputusan saat harus menghadapi situasi yang sama.

·         Mempererat Hubungan

Bagaimana bisa marah-marah malah membuat hubungan menjadi kuat? Bukan malah membuat renggang dan teman-teman menjauh?

Jangan salah duga, jika kamu memang marah untuk satu hal yang benar, orang sekitar pasti akan mengerti dan mungkin setuju. Selain itu, dengan marah kamu sudah menunjukkan diri yang sebenarnya, hal itu adalah proses paling penting dalam menjalin sebuah hubungan, termasuk pertemanan. Namun jangan berlebihan ya kalau enggak mau dijauhi sama teman-teman, bahkan pasangan hingga keluarga.

·         Mengenali Diri Sendiri

Selain baik untuk pergaulan, meluapkan emosi juga bisa membantu kamu dalam mengenali diri, lho. Sebab saat marah, biasanya seseorang akan mengeluarkan hal-hal yang sebelumnya enggan disampaikan.

Hal itu nyatanya bisa menjadi satu refleksi dan membuat kamu lebih tahu apa saja hal yang disukai dan tidak disukai. Namun kembali lagi, tetap perlu batasan dan tidak sembarangan dalam meluapkan amarah.

·         Lebih Bahagia

Selain manfaat di atas, meluapkan amarah ternyata juga bisa membuat seseorang menjadi lebih bahagia. Hal ini lagi-lagi terjadi karena adanya peran dari hormon tertentu. Salah satunya adalah hormon “bahagia” yang muncul setelah seseorang merasa tenang sehabis marah.

Selain itu, memendam amarah hanya akan menjadi “bom waktu” yang bisa meledak kapan saja. Terbiasa menyampaikan hal-hal yang tak disuka dengan cara marah nyatanya bisa membuat hubungan sosial lebih bahagia dan tenang.

·         Bebas Penyakit

Menahan amarah bisa menyebabkan rasa sakit di bagian kepala. Bahkan pada beberapa kasus, kondisi menahan emosi malah bisa membuat penyakit lain seperti masalah pencernaan, hingga insomnia. Semua hal itu tentu bisa dihindari dengan cara meluapkan apa yang memang harus disampaikan.

Namun, kembali lagi, meski memiliki manfaat, meluapkan emosi dengan cara marah tetap harus dibatasi. Selain membuat lebih cepat tua, sering marah-marah juga bisa memicu dampak lain bagi tubuh maupun hubungan sosial.

 

Referensi:

Halodoc, Redaksi. (2018). 5 Manfaat Meluapkan Amarah. [online]. Diakses dari: https://www.halodoc.com/artikel/5-manfaat-meluapkan-amarah

Makarin, Fadhli. (2021). Ketahui 3 Cara Mengekspresikan Emosi secara Positif. [online]. Diakses dari: https://www.halodoc.com/artikel/ketahui-3-cara-mengekspresikan-emosi-secara-positif

Yes Therapy Helps. (2022). Pentingnya mengekspresikan emosi, dalam 7 kunci. [online]. Diakses dari: https://id.yestherapyhelps.com/the-importance-of-expressing-emotions-in-7-keys-13458

“Spensa Sakola Jawara, Sang Juara!”

SMP Negeri 1 Sumedang kembali menunjukkan konsistensinya sebagai sekolah berprestasi. Setiap hari Senin, jargon “Spensa Sakola Jawara, Sang ...

Postingan Populer